Berahasia berbuat dosa
Allah yang mengatur tatanan kehidupan dan makhluk lainnya. Sampai pembicaraan yang tak diketahui, rahasia untuk berbuat dosa, dilarang Nya. Idzaa tanaa jaitum bila kamu mengadakan rahasia falaa maka jangan tatanaa jaw bil itsmi membicarakan tentang berbuat dosa wal ‘udwaani permusuhan wa ma’shiyat dan durhaka [58 Mujaadalah 9]. Innamaa nnajwaa sesungguhnya pembicaraan secara rahasia itu minasy syaithaani dari setan liyahzuna lladziina aa manuu walaisa untuk menjadikan orang-orang mukmin berduka cita dan tiadalah pembicaraan itu bidhaaarrii him syaian dapat memberikan mudarat kepada mereka sedikit pun, illaa kecuali bi idzni llaahi dengan izin Allah [ 58:10 ]. So, hati-hati dengan pembicaraan rahasia yang menjerumuskan diri kedalam dosa; mem buat orang lain jadi duka lara.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar