Selasa, 02 Desember 2008

Next on datang tiada penghalang..........

SIAP

kan diri

Nan jaleh

Mumbang no jatuah

Kalapo no pun badambin

Dakek an bana-banaa diri slalu

ka nan

ASO

Kok

Luko jaan manyiuak

Sainggo

kok tibo nan bak nantun
tibo mati ndak manyasa

Patunjuak Rasua paciak arek-arek
Nan sumbayang jaan dilalaian

Masih Merah di Ufuk Barat - Berkompetisi dan berdoa

Berkompetisi & berdoa

Saa biquuu ilaa maghfiratin mmin rrabbikum Berkompetisilah kepada ampunan Allah [57 Hadid 21]. Llikailaa ta’ saw ‘alaa maa faa takum Supaya jangan kalian duka cita apa yang hilang dari kalian wa laa tafrahuw dan jangan kalian terlalu gembira bimaaa aataakum atas apa yang diberikan kepada kalian wa llaahu dan Allah laa yuhibbu kullaa mukhtaa lin fakhuwr tak menyukai orang yang sombong berbangga diri [57:23 ].

Melakukan kebaikan jelas tidak mudah. Setan membuyuti. Mohonlah kemudahan kepada Allah dalam melalui hidup dan kehidupan untuk kebahagian dunia dan kesejahteraan diakhirat. Dan dalam berdoa minta lah kepada Allah dengan sepenuh keyakinan. Dan ya kinilah bahwa Allah akan memperkenankan. Fa inna llaaha laa yastajiibu li’abdin da’aa hu ‘an thahri qalbin ghaafilin Karena sesungguhnya Allah tidak akan memperkenankan hamba yang berhati lalai

Haadzaa balaa ghun llinnaas Ini adalah penjelasan yang lengkap bagi manusia [ 14 Ibrahim 52 ]
1. bumi diganti dengan yang lain [14:48]
2. orang-orang berdosa di belenggu [14:49]
3. pakaian mereka dari aspal [14:50]
4. muka mereka dibakar dengan api [14:50]
[wa liyadzdzakkara ulul albaab dan supaya mengambil pelajaran orang yang berakal sehat, (14:52 )].

So, jangan berhati lalai [ghaflah]. Yakinilah bahwa: dibalik kesulitan ada kemudahan. Fa innama ‘al usri yusraa. Dibalik kesulitan ada kemudahan. Innama ‘al usri yusraa [94:5-6]
July 18,04

Masih Merah di Ufuk Barat - Nyesal, kini-kinilah

Nyesal, kini-kinilah

So, camkanlah sedalam-dalamnya. Kita masih tidak lupa bahwa nenek kita Adam yang punya kesalahan hanya secuil. Kita berapa? Tanyai diri masing-masing! Next. Pasti ndak ada yang lain bahwa hanya Allah yang Maha Esa. Tidak ada dua Nya. Tak ada yang serupa dengan Nya. Telah diketahui pula uji kepatuhan. Apakah kamu mengira bahwa kamu itu akan masuk sorga sedemikian enaknya melenggang saja tanpa melalui uji kepatuhan. Kamu adakan perkoalisian untuk berbuat dosa; padahal Allah telah memerintahkan kamu untuk berbuat kebaikan. Apa saja yang baik yang kamu kerjakan, pasti kamu memperoleh balasan yang paling baik dan pahala yang paling besar dari Allah. Dan itu buat diri sendiri. Memang untuk melakukan yang baik, setan menarikmu pada yang buruk. Ia membujuk rayu semua. Pembelintangan dijalan lurus. Ia punya jurus. Punya khuthuwaati sysyaithaan. Empat pintu dipagar nya, dibawah persumpahannya dihadapan Allah. Hamdalah. Untung dua masih tinggal. Bawah dan atas. Namun yang perlu sekali disadari: Setan punya kesabaran yang paling sabar untuk mencapai tujuannya. Sadarkanlah diri sesadar-sadarnya. Peliharalah kesadaran. Kesadaran membuat setan lari terbirit - birit. Kesadaran menumbuhkan kebenaran untuk bertindak. Al haqqu min rrabbika falaa takun mminal mumtariin Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Dari itu janganlah kamu masuk golongan orang yang bimbang [ 3:60 ]. Lebih baik menangislah dulu. menangislah sekuat-kuatnya dimuka bumi. Ketawa diakhirat. Taat patuhlah kepada Nya. Jangan terbahak-bahak tanpa mempedulikan diri. Tanpa mempersiapkan diri untuk hari akhir yang tiada limitasi. Cuek terhadap ketentuan Allah swt; sangat-sangat membahayakan jiwa. Orang pintar adalah orang yang memikirkan dan berusaha semaksimalnya untuk kebahagiaan didunia. Kesejahteraan dunia akhirat, adalah bagi orang-orang berilmu yang sadar dengan ketaqwaannya. Sejahtera didunia, tetapi sengsara di diakhirat; akibat mengikuti kemauan-kemauan setan terkutuk adalah sangat-sangat merugi. Ini kerja bagi yang memintarkan untuk dunia.

Yaa baniii aadama haai anak Adam laa yaftinanna kumu janganlah sekali kali kamu dapat ditipu; disesat kan sysyaithaanu setan kamaaa akhraja abawaykum sebagaimana telah dikeluarkannya ibu bapakmu mmina ljannati dari sorga yanzi’u ‘anhumaa libaa sahumaa liyuri yahumaa sau aatihimaa ditanggalkan nya pakaian keduanya agar ia dapat memperlihatkan kemaluan mereka Innahuu yaraakum huwa wa qabiyluhuu min haitsu laa tarawnahum sesungguhnya ia dan kabilahnya melihatmu dan kamu tidak dapat melihat mereka. Innaa ja ‘alnaa sesung guhnya Kami telah menjadikan sysyayaathiina setan-setan, auliyaaa a pimpinan, lilladzii na bagi orang-orang, laa yu’ minuun yang tidak beriman”[ 7:27]

Kutuklah setan dengan sepenuh hati: Bismillaahi Allahu Akbar Dengan nama Allah. Allah Yang Maha Besar rajman lisy-syayaa-thiin kutukan bagi setan wa ridhan dan rida lirrahmaan bagi yang Maha Pemurah. Allaahumma Ya Allah innii a ‘uu dzubika aku berlindung kepada Engkau yaliju fi nnahaari dari kejahatan yang terjadi malam hari wa min syarrimaa tahubbu bihi rri ya hu yaa arhama rraa himiin kejahatan yang timbul siang hari dan kejahatan yang dibawa angin. Ya, Rahman Ya, Rahiim.

So, Hati perlu dijaga dan dibina. Kata hati adalah pembenaran, pembenaran bahwa yang benar adalah benar dan pembenaran bahwa yang salah nyata benar salahnya; karena dia bersih. Tapi hati dapat ternoda. Kalau diri berbuat dosa nafsu meraja lela, hati dirusak nya. Maka timbulah bintik hitam pada hati. “innal mu’mina idzaa adznaba dzanban kaana nuqthatan saudaa a fii qalbihi Sesungguhnya orang beriman, bila ia mengerjakan perbuatan dosa, terdapat lah suatu titik-titik hitam didalam hatinya, fain taaba bila ia bertobat, wa naza ‘a mencabut perbuatan dosanya, was ta’ taba shaqula qalbuhu dan berusaha menghapusnya, cemerlanglah hatinya. Wa in dzaa da dzaa dat hatta tufliqa qalbahu dan bila ia tambah mengerjakan perbuatan buruknya bertambah lah bintik-bintik hitam itu, akhirnya tertutup lah hatinya” [HR.Ah mad, Tarmuzi, Hakim]. Selanjut, wal itsmu maa haa ka fi shadrika dosa adalah apa yang menggores dalam hatimu [HR.Muslim]. So, latihlah diri itu untuk selalu menjaga hati supaya tetap bersih. Tak tergores!

Hiduplah dengan inner sense yang bersih, dengan inner-sense yang telah disumpah. Membenarkan, benar benar Allah Tuhan diri. Tentu aturan-aturan yang telah ditata Allah swt yang harus diikuti, dipatuhi, diamal kan,di aplikasikan dalam perbuatan harian agar selamat.

Jangan kata hati dibohongi; apalagi hati ini dibuat sa kit. Yang lebih parahnya hati ini dizalimi. Jauhilah itu semua. Jangan menzalimi dan dizalimi.

Gandi, memberi nasehat pada Vy Jaya Laksmi Pandit. Saat itu tahun 1947. Gandhi melihat keberangkatan Vy Jaja Laksmi Pandit tertunda ke New York untuk menghadiri sidang Umum PBB. Laksmi merasa sakit hati kepada Pandit Nehru. “ Tidak ada orang yang menyakiti hatimu, kecuali dirimu sendiri. 0leh sebab itu hilangkanlah rasa sakit hati itu dari dirimu ”, kata Gandhi kepada Laksmi Pandit. “Sebab aku baru dari rumah Pandit dan ia tertawa ceria dengan keluarganya”. Bagi diri, matangkan firman Allah swt : “ Inna llaaha laa yazhlimun naasa syaian Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim sedikitpun kepada manusia, wwa laa kinnan naasa anfusahum yazhlimuun tetapi manusia sendirilah menzalimi dirinya” [10 Yunus 44].

So, jangan bohong. Diri bisa jadi pembohong. Bohong adalah pembelokan hati yang bersih oleh setan. Allah marah dengan pembohong. Qutilal kharra shuun Terkutuklah pembohong [51 Adz Dzari yaat 10 ]. Siapa yang benar-benar berserah diri pada Allah dan berlaku jujur, baginya pahala dari Allah. Tidak ada ketakutan dan kesedihan bagi mereka [2: 112]. Wa laa dan janganlah tulquu biaidiikum kamu menceburkan dirimu ila ttahlukah kedalam kebinasaan [2:195]. Baikkanlah hati yang baik ini. Jadikan perbuatan menjadi berpaedah. Berhasil dan berdaya guna dan berhasil guna.

Lakukan perbuatan apa saja yang baik dengan penuh keikhlasan. Jadilah pemberi. Jangan harapkan balasan dari manusia. Hanya dari Allah reda Nya. Kalau harap dari manusia, sudah ada ketentuanpun sipemberi bisa cari dalih. Cari ulah. So, Jangan terlalu berharap. Tak diberi bisa jadi jengkel. Sadari. Jangan jengkel. Nanti hati berbintik hitam. Setan masuk. Karena keikhlasan atas perbuatan yang baik-baik, pasti Allah yang beri pahala. Wa ahsinuu, dan berbuat baiklah kamu. Inna llaaha yuhibbu lmuh siniin, Allah benar-benar menga sihi orang yang berbuat baik’ [ 2:195 ] diberinya paha la. Berharaplah kepada Allah. Wa ilaa rabbika farghab [94:8] dan hanya kepada Tuhan hendaknya kamu berharap. Jangan yang lain selain dari pada Allah tempat kamu berharap, OK?

Jadi amat amat penting apa yang difirman kan Allah untuk benar-benar dibaca. Dipahami benar-benar dan dihinap renungkan. Dengan hasil penghinap renungan itu: 0ooo ya,ya yaaa. Maha Benar Allah dengan yang disampaikan Nya. Yang benar itu maha benar adanya Wa laa tajidu lisunnatinaa tahwiylaa dan tak akan kamu dapati perobahan bagi ketetapan Allah [17:77].

Setelah dihinap renungkan, maka: wa aqiymuw dan luruskanlah, wujuu hakum muka mu, ‘inda kulli masjidin disetiap salatmu, wwad ‘uw hu dan sembah lah Allah, mukhlishiina lahu ddiina dengan mengikh laskan ketaatan kepada Nya; yaitu bersih dari ke musyrikan [7:29]. Tak meminta selain kepada Nya. Minta lah, mohonlah kepada Yang Benar-benar Satu . Maha Esa. Allahu wahdah, Allah sahaja. Tak ada duanya. Langsung menyembah Nya. Tak pakai perantara. Tidak pula perantaraan Nabi. Tanam lah didiri segala usaha pembenahan untuk mematuhi segala ketentuan Allah, dengan mantap seperti yang disampaikan oleh Muhammad sallallaahu ‘alaihi wa salam. Setelah “Balaa syahidna”, masing- masing diri telah mengucapkan : “ asyhadu allaa ilaa ha illa llaah wa asyhadu anna muhammad arra suulullah”. Waktu akan melafazkan akad nikah, dua kalimah syahadat ini diucapkan lagi. Sumpah satia ini dihadapi khadi dan dua saksi, pihak keluarga dan sanak famili serta handai tolan yang menghadiri acara akad itu. Kaji ulanglah : Udzkuruu ni’matallaahi ‘alaikum ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Hal min khaaliqin ghairu llaahi yarzuqukum mmina ssamaaa i wal ardhi Ada kah Pencipta selain Allah yang dapat memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? Laaa ilaaha illaa huwa Tiada Tuhan selain Dia [35 Fatir 3]. Akhirnya, berwudhuklah. Rasul saw : “Umatku akan muncul kelak dihari kiamat dalam keadaan ghurran muhajjalin bersinar berkilauan putih disebabkan bekas wuduknya” ( HS.Bukhari n Muslim). Salatlah dengan baik, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad saw. Nabi saw telah menggembirakan orang yang mengerja kan salat seperti pelaksanaan salat beliau dengan jaminan dari Allah masuk sorga. Beliau bersabda - teksnya lihat : p.2 & 3 Pelaksanaan Shalat Nabi saw - : “ Shalat yang diwajibkan Allah ada lima. Yang berwuduk dengan baik, mengerjakan setiap shalat tepat waktunya dan menyempurnakan ruku’, sujud dan kekhusu’ annya, Allah memberikan jaminan untuk mengampuni orang itu. Yang tidak melakukannya, Allah tidak akan menjaminnya. Bila menghendaki, Ia mengampuni, jika menghendakinya Ia menyiksanya”. Jadi : Wa’ bud rabbaka hattaa yaktiyaka lyaqiin Sembahlah Allah sampai ajalmu [Q.15:99]. Sebab sabda Rasul saw : “Perjanjian antara aku sebagai Rasul dengan kaum Muslim adalah salat” [ HR. Ahmad ]. “Yang selalu memelihara salat dapat nur dan petunjuk, serta mendapat keselamatan dihari kiamat” [HR.Tabrani]. Menjelang sampai datang ajalmu : Sembahlah Allah mulai dari terbit fajar sampai malamnya; sesuai dengan tatanan yang telah di tentukan Nabi SAW. Dari terbit fajar lakukan sunat fajar - sebab : “ Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala apa yang ada di dunia itu” [ Aisyah dari Sabda Rasul saw ]. Baru wajib subuh. Kemudian bertebaranlah. Faa idzaa faraghta faa nshab [94 Al-insyira 7]. Jika kamu telah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka bersungguh sungguhlah untuk peker jaan lainnya (Maragi).

DR.A.al-Qarni menulis indahnya tentang salat fajar:
“Lembaran kebahagiaan pertama yang tercatat dalam buku harian dan surat perjanjian pertama dalam catatan siang hari seseorang adalah salat Fajar.Mulailah hari-harimu dengan melaksanakan salat fajar. Bukalah kergiatan dengan salat fajar. Saatnya engkau berada dalam jaminan, dalam perjanjian, perlindungan, pengawasan dan pengamanan Nya. Allah akan menjagamu dari segala keburukan. Menunjukmu kesetiap kebaikan dan membawamu kesetiap utamaan. Sungguh tidak akan berkah hari-hari yang tidak diawali dengan salat fajar, karena Allah tidak akan menjadikan siang hari menjadi dinamis.

Inilah awal sebuah kesuksesan, sebagai suatu tanda keberhasilan yang tercatat dalam buku, tanda kemenangan, kemuliaan dan keberhasilan. Maka selamat bagi mereka yang melaksanakan salat fajar. Dan suramlah bagimereka yang tidak memulai harinya dengan salat Fajar”.

Rasul saw: Allaahumma baa rik liummatii fii bukuu ri haa“ Wahai Allah. Berkatilah umatku yang berangkat berusaha pagi-pagi”[ HR.Tarmuzi]. Kok sampai malam? OK. Carilah rezki yang baik lagi halal. Jangan lupa menyembah Nya. Bila bangun tengah malam, sedapatnya lakukan salat lail. Mereka tidak banyak tidur dimalam hari [51:17 ]. Pada sebahagian malam hendak lah kamu salat tahajjud - salat setelah ter bangun malam - sebagai ibadah sunnah bagimu. Semoga dengan salat tahajjud itu Allah mengangkatmu ketempat yang terpuji. Diwaktu sahur mohon lah ampun kepada Nya.

Jangan menyembah Allah setengah-setengah. Jika senang ia menyembah Allah; jika susah membelakang. Itu kerugian yang amat nyata. Merugi didunia apalagi diakhirat [ 22:11].

So, sadarlah selalu. Jangan kesadaran jadi hilang. Pendengaran saja hilang misalnya? [6:46]: Bagaimana pikiranmu jika Allah menghilangkan penglihatanmu, pendengaranmu dan menutup mata hatimu? Siapa Tuhan selain Allah yang sanggup mengembalikannya kepadamu? Kalau sadar sudah hilang, berari itu koma. Setelah koma. Pasti titik yang menanti. Selagi kesa daran belum hilang, Wa saa ri ‘uuu ilaa maghfiratin mmin rrabikum dan bersegeralah kamu menuju ke ampunan dari Tuhan [3:132]. Mumpung masih Merah di Ufuk Barat ! Bagaimana kalau day- break yang terjadi di ufuk Barat? Sudah kacau balau, bukan? Mari tobat. Benar-benar tobat. Inni tubtu ilaika.

Terhadap insan yang bertobat Malaikatpun senang. Tandanya, mereka ikut berdoa: Rabbanaa Ya Tuhan kami, wa si’ta kulla syai in rrahmatan wwa ‘ilmaan rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, fa ghfirlilladziina taabuu, maka berilah ampunan kepada orang yang bertobat wa ttaba’uu sabiilaka dan mengikuti jalan Engkau wa qihim ‘adzaaba ljahiim peliharalah mereka dari siksa naraka Jahim [40:7]. Rabbanaa wa adkhilhum jannaati ‘adnini Ya Tuhan kami. Masukkanlah mereka kesorga ‘Adn llatii wa ‘ad ttahum yang telah Engkau janjikan kepada mereka wa man shalaha, dan orang-orang yang saleh min aabaaa ihim dari bapa-bapa mereka wa azwaa jihim dari isteri-isteri mereka wa dzurriyyaatihim dari keturunan mereka innaka anta l’aziizul hakiim sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana [40:8]. Wa qihimu ssayyiaati . Dan Engkau peliharalah mereka dari resiko kejahatan wa man taqi ssaiyyi aati yau ma idzin dan orang-orang yang Engkau pelihara kejahatan pada hari itu fa qad rahimtahuu maka sesungguhnya telah Engkau merahmatinya wa dzaalika huwa lfauzul ‘azhiim dan itulah kemenangan yang besar [40 Al Mukmin 9].

Senin, 01 Desember 2008

Masih Merah di Ufuk Barat - Al Qur an dan Hadits

Al Qur an dan Hadits

Likulli nabaa immustaqarrun Tiap-tiap berita ada bukti kebenarannya wwa sawfata’ lamuun Kamu akan mengetahuinya (melihat buktinya) [6:67]

Dzaa lika lkitaabu laa rayba fiyhi hudan llil muttaqiin Validitasi al Qur an ini tak disangsikan, menjadi petun juk bagi orang yang taqwa [2:2]. Wa rattili lqur –aana tartiilaa Bacalah alqur-an itu dengan perlahan [73:4].

Utlu maaa uw hiya ilaika minal kitaab. Bacalah apa yang diwahyukan kepadamu, al Quran wa aqimi shshalaah dan dirikanlah salat inna shshalaa ta tanhaa ‘ani lfahsyaaai wal munkari Sesungguhnya salat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Wa ladzikru llaahi akbar Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar keutamaannya wa llaahu ya’lamu maa tashna’uun Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan [ 29:45] .

Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan keterang an - keterangan. Kemudian kamu tidak juga mau meng indahkannya [ 6:46]. “Ara aytakum in ataakum ‘adzaabu llaahi baghtatan Bagaimana pikiranmu (perasaanmu) jika Allah mendatangkan azab seko nyong - konyong [ 6 Al An’aam 47]

Sesungguhnya Kami telah memberikan penjelasan dalam al Qur an agar mereka ingat (sadar) [ 17 : 41 ]

Dan sesungguhnya al Qur an memberi tahu hari kiamat. Maka janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu Inilah jalan yang lurus [43 : 61].

Semoga Allah menjadikan Al Quran pegangan, untuk melepaskan kegundahan hati. Melenyapkan kesusahan. Menghilangkan kepedihan dan kegelisahan. Menjadi cahaya, bersinar dalam dada. Menjadikan kemudahan dalam melalui hidup dan kehidupan dunia dan mening katkan ketaqwaan selalu untuk kebahagiaan di akhirat.

Mengenai hadits, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salaam menyampaikan: Hati-hatilah mengenai ha dits tentang diri ku. Kecuali apa yang telah diajarkan kepadamu [HR At Tarmizi, Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah]

Wa maaa aataakumu rraasuulu fa khudzuuhu Dan apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terima lah. wa maa nahaakum ‘anhu faa ntahu Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkan lah [ 59 al Hasyr:7 ]!

Dan hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya [camkan benar-benar al Harsy 7] takut akan ditimpa cobaan atau azab yang pedih [an Nuur: 63 ]

Hambakanlah diri ini kepada-Nya, lagi lagi bukan kepada yang lain. Sembahlah Allah saja [ 98:5] (dengan memurnikan ketaatan kepada Nya)

Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illa anta khalaqtanii, wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika maastatha’tu , a ‘udzubi ka min syarrimaa shana’tu, abuu ulaka bini’ matika ‘alayya, wa abuu u bi dzambii, fa ghfirlii, fa inna hu laa yaghfiru dzdzunuuba illaa anta.
Ya Allah Engkau Tuhanku. Tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan aku. Aku hamba Mu dan a ku menepati Engkau. Aku berjanji pada Mu sekuasa ku. Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui Mu dengan kenikmatan yang Engkau berikan kepadaku. Aku mengakui dosa-dosa ku. Ampunilah aku. Sungguh benar, tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau
[H. #613, Himpunan Hadits Shahih Bukhari].

Bersyukurlah diri ini sebagai insan yang dapat mengucapkan dua kalimah syahadat. Sebenarnya ini adalah sumpah diri secara sadar. Sadari. Aplikasikan dengan baik; sehingga diri benar-benar beriman. Keliru?! Segera bertobat dengan sebenar-benarnya!

Masih Merah di Ufuk Barat - Naked, tanpa Suara

Naked, tanpa suara

Takutilah hari akhirat [ 2:123]. Sebelum keakhirat, imajinasi kan dan pikirkan, bahwa ada “hari tanpa suara”: Bisikan saja hanya yang terdengar. Semenjak Adam sampai hari bumi dihancurkan, jumlah cucu Adam milyaran. Tanpa busana. Naked. Pesakitan berbisik-bisik sesame. Dihari itu manusia menuju kepada suara Penyeru. Tidak berbelok. Falaa tas ma‘u, maka kamu tidak mendengar, illaa kecuali, hamsaa, bisikan-bisikan saja [ 20 Tahaa 108]. Masing - masing diri sedang penuh ketakutan. Yang dipikirkan dosa-dosa yang harus dipertanggung jawabkan kepada Allah. Memikirkan nasib lanjutnya. Kenaraka dengan raung an akibat pedihnya azab atau sorga dengan “Salam”.

Siapa yang berbuat kebaikan-kebaikan dalam keada an beriman kepada Allah, ia tidak khawatir akan teraniaya atau diperlakukan tidak adil [20:112]. Apalagi ia telah melaksanakan Islam secara kaffah [udkhulu fissilmi kaaffah (2:208)] .

Dalam menafkahkan hasil usaha dinafkahkannya yang baik-baik. Anfiquu min thayyibaati maa kasabtum Nafkahkanlah sebagian hasil usahamu yang baik. Wa laa tayammawu lkhabiitsa minhu tunfiquuna wa lastum bi aa khidziihi illaaa an tughmidhuu fiihi Janganlah kamu sengaja yang buruk, sedang kamu sendiri tak mau mengambilnya, melainkan dengan memejamkan matamu [ 2:267].

Lan tanaa lu lbirra hattaa tunfiquu mimmaa tuhibbuun Kamu belum mendapat kebajikan sebelum kamu menafkahkan harta yang kamu sukai [ 3:92].

Man yyasyfa’ syafaa ‘atan hasanatan yyakun lahuu nashiibun mminhaa Yang memberikan bantuan yang baik, niscaya ia akan memperoleh pahala dari bantuannya itu [4:85].

Ingat sebaliknya : wa man yyasyfa’ syafaa ‘atan sayyiatan yyakun llahuu kiflun mminhaa Yang memberikan bantuan kejahatan, pasti ia memikul dosanya [4:85].

Dan kalau terjadi kekeliruan ia bersegera untuk mohon ampunan kepada Rabb [3 Ali Imran :133,135]. Ia tidak mencampurkan yang haq dengan yang batil. Wa laa talbisuw lhaqqa bilbaathil jangan kamu mencampur adukkan kebenaran dengan yang batil [ 2:42] & [ 3:71].

So, jangan syaraka sehingga menjadi musyrik. Yang di tuntut adalah khalasha sehingga menjadi mukhlish

Masih Merah di Ufuk Barat - No Swimsuit

No swimsuit

Nyawa? Ke alam barzah. Bagi Islam menunggu hari penentuannya. Kok tahu. Ada petunjuk bagi siapa yang mau mengikutinya. Kitabullah dan Sunnah Rasul Nya. “Man a’ radha ‘anhu siapa yang mendustakan al Quran fa innahuu yahmilu yau ma lqiyaamati wizraa maka ia memikul dosa yang amat besar di akhirat [20 Tahaa 100]. Siapa saja; tidak peduli ia jenderal, professor, pemotong rumput, pemulung, konglomerat, milliader, presiden, raja, kalau ia kaaaffah dalam Islam, taat patuh, taqwa, ia melakukan salat dan lain sesuai ketentuan Allah, kelak diakhirat menanti sorga yang penuh kenikmatan tiada limitasi.

Bahwa Allah tidak membedakan penyabit rumput dengan jenderal, diminiaturkan di Padang Luas Arafah.

Di “Padang Arafah”, pada musim hajji, jenderal wajib berihram. Penyabit rumput juga. Bedanya? Tak ada! Hanya taqwa. Lain tak ada sama sekali. Sama-sama tak pakai swimsuit dan tak bersinglet. Jenderal pakai swim suit. Bayaar denda. Penyabit rumput, pakai swim-suit bayaar dam. Semua berihram. Serba putih. Lambang kembali. Kain putih pembungkus badan. Kafan.

Di Arafah tak ada Presiden. Tak ada Jenderal. Tak ada Raja. Tak ada Kiyai. Tak ada Pemulung. Tak ada Penyabit Rumput. Lho, bagaimana? Ya, tak ada atribut-atribut keduniaan. Yang ada hamba Allah yang sedang bermohon ampunan pada Nya atas dosa dosa yang telah diperbuatnya. Mohon bimbingan dan petunjuk kepada Nya untuk dapat menempuh kehidupan bahagia dunia dengan baik dan sejahtera dan juga di akhirat. Di berikan keredhaan atas surga Nya. Terhindar dari azab Naraka. Itu yang ada. “Labbaik, allaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’ mata laka wal mulk. La syarika lak

Nyeletuk juga saya pada seorang rekan yang berucap, bahwa sebentar tadi dia jumpa Pak Yusuf, Jenderal.
“Hormat Jenderal! Saya sersan!”, sambil ia contohkan.
“Yang ada disini hanya hamba Allah”, kata saya lunak sambil tersenyum.
Tak ada Jenderal. Tak ada Presiden dan lain. Ingatkan saat kita sedang di Makah berbelanja. 0rang Arab memanggil orang datang : “Haj, haj, haj atau hajjah, hajjah”. Dia ketawa bergumam dan membenarkan :
“O, ya. Ya yaa. Lupa saya!”

Masih Merah di Ufuk Barat - Ta' lagi menggebu

Ta’ lagi menggebu

Diri lahir satu-satu. Sendiri-sendiri. Bukan berduru-duru, berbondong bondong, melalui kandungan ibu. Masing-masing punya tangisan pertama. Hidup dilalui mesti dengan penuh perjuangan. Kebanyakan tanpa kesabaran. Harusnya penuh kesabaran [3:200]. Kemudian mati satu-satu. Innalilillahi ma akhadza Allah mengambil apa yang dimilikinya. Tubuh-tubuh kaku ditanam kebumi. Bagi Muslim hanya kain kafan dan papan penutup lahat. Lain tak ada. Tiada intan berlian. Tak ada emas murni. Tak ada mobil mewah yang baru dibeli. Tak ada gedung bertingkat yang dapat diangkat. Tak dapat didampingi isteri cantik yang baru dinikahi. Walaupun cinta sidia menggebu gebu, ia tak mau mendampingi. Paling paling, isakan tangis yang dimunculkannya. Lelehan air mata nan diperlihatkan nya kepada pelayat. Selesai pemakaman, semua peng antar berdoa. Akhirnya, tinggal diri dibawah himpitan tanah nan lambang, rumput nan layu menjadi saksi.