Senin, 01 Desember 2008

Masih Merah di Ufuk Barat - Al Qur an dan Hadits

Al Qur an dan Hadits

Likulli nabaa immustaqarrun Tiap-tiap berita ada bukti kebenarannya wwa sawfata’ lamuun Kamu akan mengetahuinya (melihat buktinya) [6:67]

Dzaa lika lkitaabu laa rayba fiyhi hudan llil muttaqiin Validitasi al Qur an ini tak disangsikan, menjadi petun juk bagi orang yang taqwa [2:2]. Wa rattili lqur –aana tartiilaa Bacalah alqur-an itu dengan perlahan [73:4].

Utlu maaa uw hiya ilaika minal kitaab. Bacalah apa yang diwahyukan kepadamu, al Quran wa aqimi shshalaah dan dirikanlah salat inna shshalaa ta tanhaa ‘ani lfahsyaaai wal munkari Sesungguhnya salat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Wa ladzikru llaahi akbar Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar keutamaannya wa llaahu ya’lamu maa tashna’uun Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan [ 29:45] .

Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan keterang an - keterangan. Kemudian kamu tidak juga mau meng indahkannya [ 6:46]. “Ara aytakum in ataakum ‘adzaabu llaahi baghtatan Bagaimana pikiranmu (perasaanmu) jika Allah mendatangkan azab seko nyong - konyong [ 6 Al An’aam 47]

Sesungguhnya Kami telah memberikan penjelasan dalam al Qur an agar mereka ingat (sadar) [ 17 : 41 ]

Dan sesungguhnya al Qur an memberi tahu hari kiamat. Maka janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu Inilah jalan yang lurus [43 : 61].

Semoga Allah menjadikan Al Quran pegangan, untuk melepaskan kegundahan hati. Melenyapkan kesusahan. Menghilangkan kepedihan dan kegelisahan. Menjadi cahaya, bersinar dalam dada. Menjadikan kemudahan dalam melalui hidup dan kehidupan dunia dan mening katkan ketaqwaan selalu untuk kebahagiaan di akhirat.

Mengenai hadits, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salaam menyampaikan: Hati-hatilah mengenai ha dits tentang diri ku. Kecuali apa yang telah diajarkan kepadamu [HR At Tarmizi, Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah]

Wa maaa aataakumu rraasuulu fa khudzuuhu Dan apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terima lah. wa maa nahaakum ‘anhu faa ntahu Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkan lah [ 59 al Hasyr:7 ]!

Dan hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya [camkan benar-benar al Harsy 7] takut akan ditimpa cobaan atau azab yang pedih [an Nuur: 63 ]

Hambakanlah diri ini kepada-Nya, lagi lagi bukan kepada yang lain. Sembahlah Allah saja [ 98:5] (dengan memurnikan ketaatan kepada Nya)

Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illa anta khalaqtanii, wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika maastatha’tu , a ‘udzubi ka min syarrimaa shana’tu, abuu ulaka bini’ matika ‘alayya, wa abuu u bi dzambii, fa ghfirlii, fa inna hu laa yaghfiru dzdzunuuba illaa anta.
Ya Allah Engkau Tuhanku. Tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan aku. Aku hamba Mu dan a ku menepati Engkau. Aku berjanji pada Mu sekuasa ku. Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui Mu dengan kenikmatan yang Engkau berikan kepadaku. Aku mengakui dosa-dosa ku. Ampunilah aku. Sungguh benar, tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau
[H. #613, Himpunan Hadits Shahih Bukhari].

Bersyukurlah diri ini sebagai insan yang dapat mengucapkan dua kalimah syahadat. Sebenarnya ini adalah sumpah diri secara sadar. Sadari. Aplikasikan dengan baik; sehingga diri benar-benar beriman. Keliru?! Segera bertobat dengan sebenar-benarnya!

Tidak ada komentar: