Selasa, 02 Desember 2008

Next on datang tiada penghalang..........

SIAP

kan diri

Nan jaleh

Mumbang no jatuah

Kalapo no pun badambin

Dakek an bana-banaa diri slalu

ka nan

ASO

Kok

Luko jaan manyiuak

Sainggo

kok tibo nan bak nantun
tibo mati ndak manyasa

Patunjuak Rasua paciak arek-arek
Nan sumbayang jaan dilalaian

Masih Merah di Ufuk Barat - Berkompetisi dan berdoa

Berkompetisi & berdoa

Saa biquuu ilaa maghfiratin mmin rrabbikum Berkompetisilah kepada ampunan Allah [57 Hadid 21]. Llikailaa ta’ saw ‘alaa maa faa takum Supaya jangan kalian duka cita apa yang hilang dari kalian wa laa tafrahuw dan jangan kalian terlalu gembira bimaaa aataakum atas apa yang diberikan kepada kalian wa llaahu dan Allah laa yuhibbu kullaa mukhtaa lin fakhuwr tak menyukai orang yang sombong berbangga diri [57:23 ].

Melakukan kebaikan jelas tidak mudah. Setan membuyuti. Mohonlah kemudahan kepada Allah dalam melalui hidup dan kehidupan untuk kebahagian dunia dan kesejahteraan diakhirat. Dan dalam berdoa minta lah kepada Allah dengan sepenuh keyakinan. Dan ya kinilah bahwa Allah akan memperkenankan. Fa inna llaaha laa yastajiibu li’abdin da’aa hu ‘an thahri qalbin ghaafilin Karena sesungguhnya Allah tidak akan memperkenankan hamba yang berhati lalai

Haadzaa balaa ghun llinnaas Ini adalah penjelasan yang lengkap bagi manusia [ 14 Ibrahim 52 ]
1. bumi diganti dengan yang lain [14:48]
2. orang-orang berdosa di belenggu [14:49]
3. pakaian mereka dari aspal [14:50]
4. muka mereka dibakar dengan api [14:50]
[wa liyadzdzakkara ulul albaab dan supaya mengambil pelajaran orang yang berakal sehat, (14:52 )].

So, jangan berhati lalai [ghaflah]. Yakinilah bahwa: dibalik kesulitan ada kemudahan. Fa innama ‘al usri yusraa. Dibalik kesulitan ada kemudahan. Innama ‘al usri yusraa [94:5-6]
July 18,04

Masih Merah di Ufuk Barat - Nyesal, kini-kinilah

Nyesal, kini-kinilah

So, camkanlah sedalam-dalamnya. Kita masih tidak lupa bahwa nenek kita Adam yang punya kesalahan hanya secuil. Kita berapa? Tanyai diri masing-masing! Next. Pasti ndak ada yang lain bahwa hanya Allah yang Maha Esa. Tidak ada dua Nya. Tak ada yang serupa dengan Nya. Telah diketahui pula uji kepatuhan. Apakah kamu mengira bahwa kamu itu akan masuk sorga sedemikian enaknya melenggang saja tanpa melalui uji kepatuhan. Kamu adakan perkoalisian untuk berbuat dosa; padahal Allah telah memerintahkan kamu untuk berbuat kebaikan. Apa saja yang baik yang kamu kerjakan, pasti kamu memperoleh balasan yang paling baik dan pahala yang paling besar dari Allah. Dan itu buat diri sendiri. Memang untuk melakukan yang baik, setan menarikmu pada yang buruk. Ia membujuk rayu semua. Pembelintangan dijalan lurus. Ia punya jurus. Punya khuthuwaati sysyaithaan. Empat pintu dipagar nya, dibawah persumpahannya dihadapan Allah. Hamdalah. Untung dua masih tinggal. Bawah dan atas. Namun yang perlu sekali disadari: Setan punya kesabaran yang paling sabar untuk mencapai tujuannya. Sadarkanlah diri sesadar-sadarnya. Peliharalah kesadaran. Kesadaran membuat setan lari terbirit - birit. Kesadaran menumbuhkan kebenaran untuk bertindak. Al haqqu min rrabbika falaa takun mminal mumtariin Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Dari itu janganlah kamu masuk golongan orang yang bimbang [ 3:60 ]. Lebih baik menangislah dulu. menangislah sekuat-kuatnya dimuka bumi. Ketawa diakhirat. Taat patuhlah kepada Nya. Jangan terbahak-bahak tanpa mempedulikan diri. Tanpa mempersiapkan diri untuk hari akhir yang tiada limitasi. Cuek terhadap ketentuan Allah swt; sangat-sangat membahayakan jiwa. Orang pintar adalah orang yang memikirkan dan berusaha semaksimalnya untuk kebahagiaan didunia. Kesejahteraan dunia akhirat, adalah bagi orang-orang berilmu yang sadar dengan ketaqwaannya. Sejahtera didunia, tetapi sengsara di diakhirat; akibat mengikuti kemauan-kemauan setan terkutuk adalah sangat-sangat merugi. Ini kerja bagi yang memintarkan untuk dunia.

Yaa baniii aadama haai anak Adam laa yaftinanna kumu janganlah sekali kali kamu dapat ditipu; disesat kan sysyaithaanu setan kamaaa akhraja abawaykum sebagaimana telah dikeluarkannya ibu bapakmu mmina ljannati dari sorga yanzi’u ‘anhumaa libaa sahumaa liyuri yahumaa sau aatihimaa ditanggalkan nya pakaian keduanya agar ia dapat memperlihatkan kemaluan mereka Innahuu yaraakum huwa wa qabiyluhuu min haitsu laa tarawnahum sesungguhnya ia dan kabilahnya melihatmu dan kamu tidak dapat melihat mereka. Innaa ja ‘alnaa sesung guhnya Kami telah menjadikan sysyayaathiina setan-setan, auliyaaa a pimpinan, lilladzii na bagi orang-orang, laa yu’ minuun yang tidak beriman”[ 7:27]

Kutuklah setan dengan sepenuh hati: Bismillaahi Allahu Akbar Dengan nama Allah. Allah Yang Maha Besar rajman lisy-syayaa-thiin kutukan bagi setan wa ridhan dan rida lirrahmaan bagi yang Maha Pemurah. Allaahumma Ya Allah innii a ‘uu dzubika aku berlindung kepada Engkau yaliju fi nnahaari dari kejahatan yang terjadi malam hari wa min syarrimaa tahubbu bihi rri ya hu yaa arhama rraa himiin kejahatan yang timbul siang hari dan kejahatan yang dibawa angin. Ya, Rahman Ya, Rahiim.

So, Hati perlu dijaga dan dibina. Kata hati adalah pembenaran, pembenaran bahwa yang benar adalah benar dan pembenaran bahwa yang salah nyata benar salahnya; karena dia bersih. Tapi hati dapat ternoda. Kalau diri berbuat dosa nafsu meraja lela, hati dirusak nya. Maka timbulah bintik hitam pada hati. “innal mu’mina idzaa adznaba dzanban kaana nuqthatan saudaa a fii qalbihi Sesungguhnya orang beriman, bila ia mengerjakan perbuatan dosa, terdapat lah suatu titik-titik hitam didalam hatinya, fain taaba bila ia bertobat, wa naza ‘a mencabut perbuatan dosanya, was ta’ taba shaqula qalbuhu dan berusaha menghapusnya, cemerlanglah hatinya. Wa in dzaa da dzaa dat hatta tufliqa qalbahu dan bila ia tambah mengerjakan perbuatan buruknya bertambah lah bintik-bintik hitam itu, akhirnya tertutup lah hatinya” [HR.Ah mad, Tarmuzi, Hakim]. Selanjut, wal itsmu maa haa ka fi shadrika dosa adalah apa yang menggores dalam hatimu [HR.Muslim]. So, latihlah diri itu untuk selalu menjaga hati supaya tetap bersih. Tak tergores!

Hiduplah dengan inner sense yang bersih, dengan inner-sense yang telah disumpah. Membenarkan, benar benar Allah Tuhan diri. Tentu aturan-aturan yang telah ditata Allah swt yang harus diikuti, dipatuhi, diamal kan,di aplikasikan dalam perbuatan harian agar selamat.

Jangan kata hati dibohongi; apalagi hati ini dibuat sa kit. Yang lebih parahnya hati ini dizalimi. Jauhilah itu semua. Jangan menzalimi dan dizalimi.

Gandi, memberi nasehat pada Vy Jaya Laksmi Pandit. Saat itu tahun 1947. Gandhi melihat keberangkatan Vy Jaja Laksmi Pandit tertunda ke New York untuk menghadiri sidang Umum PBB. Laksmi merasa sakit hati kepada Pandit Nehru. “ Tidak ada orang yang menyakiti hatimu, kecuali dirimu sendiri. 0leh sebab itu hilangkanlah rasa sakit hati itu dari dirimu ”, kata Gandhi kepada Laksmi Pandit. “Sebab aku baru dari rumah Pandit dan ia tertawa ceria dengan keluarganya”. Bagi diri, matangkan firman Allah swt : “ Inna llaaha laa yazhlimun naasa syaian Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim sedikitpun kepada manusia, wwa laa kinnan naasa anfusahum yazhlimuun tetapi manusia sendirilah menzalimi dirinya” [10 Yunus 44].

So, jangan bohong. Diri bisa jadi pembohong. Bohong adalah pembelokan hati yang bersih oleh setan. Allah marah dengan pembohong. Qutilal kharra shuun Terkutuklah pembohong [51 Adz Dzari yaat 10 ]. Siapa yang benar-benar berserah diri pada Allah dan berlaku jujur, baginya pahala dari Allah. Tidak ada ketakutan dan kesedihan bagi mereka [2: 112]. Wa laa dan janganlah tulquu biaidiikum kamu menceburkan dirimu ila ttahlukah kedalam kebinasaan [2:195]. Baikkanlah hati yang baik ini. Jadikan perbuatan menjadi berpaedah. Berhasil dan berdaya guna dan berhasil guna.

Lakukan perbuatan apa saja yang baik dengan penuh keikhlasan. Jadilah pemberi. Jangan harapkan balasan dari manusia. Hanya dari Allah reda Nya. Kalau harap dari manusia, sudah ada ketentuanpun sipemberi bisa cari dalih. Cari ulah. So, Jangan terlalu berharap. Tak diberi bisa jadi jengkel. Sadari. Jangan jengkel. Nanti hati berbintik hitam. Setan masuk. Karena keikhlasan atas perbuatan yang baik-baik, pasti Allah yang beri pahala. Wa ahsinuu, dan berbuat baiklah kamu. Inna llaaha yuhibbu lmuh siniin, Allah benar-benar menga sihi orang yang berbuat baik’ [ 2:195 ] diberinya paha la. Berharaplah kepada Allah. Wa ilaa rabbika farghab [94:8] dan hanya kepada Tuhan hendaknya kamu berharap. Jangan yang lain selain dari pada Allah tempat kamu berharap, OK?

Jadi amat amat penting apa yang difirman kan Allah untuk benar-benar dibaca. Dipahami benar-benar dan dihinap renungkan. Dengan hasil penghinap renungan itu: 0ooo ya,ya yaaa. Maha Benar Allah dengan yang disampaikan Nya. Yang benar itu maha benar adanya Wa laa tajidu lisunnatinaa tahwiylaa dan tak akan kamu dapati perobahan bagi ketetapan Allah [17:77].

Setelah dihinap renungkan, maka: wa aqiymuw dan luruskanlah, wujuu hakum muka mu, ‘inda kulli masjidin disetiap salatmu, wwad ‘uw hu dan sembah lah Allah, mukhlishiina lahu ddiina dengan mengikh laskan ketaatan kepada Nya; yaitu bersih dari ke musyrikan [7:29]. Tak meminta selain kepada Nya. Minta lah, mohonlah kepada Yang Benar-benar Satu . Maha Esa. Allahu wahdah, Allah sahaja. Tak ada duanya. Langsung menyembah Nya. Tak pakai perantara. Tidak pula perantaraan Nabi. Tanam lah didiri segala usaha pembenahan untuk mematuhi segala ketentuan Allah, dengan mantap seperti yang disampaikan oleh Muhammad sallallaahu ‘alaihi wa salam. Setelah “Balaa syahidna”, masing- masing diri telah mengucapkan : “ asyhadu allaa ilaa ha illa llaah wa asyhadu anna muhammad arra suulullah”. Waktu akan melafazkan akad nikah, dua kalimah syahadat ini diucapkan lagi. Sumpah satia ini dihadapi khadi dan dua saksi, pihak keluarga dan sanak famili serta handai tolan yang menghadiri acara akad itu. Kaji ulanglah : Udzkuruu ni’matallaahi ‘alaikum ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Hal min khaaliqin ghairu llaahi yarzuqukum mmina ssamaaa i wal ardhi Ada kah Pencipta selain Allah yang dapat memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? Laaa ilaaha illaa huwa Tiada Tuhan selain Dia [35 Fatir 3]. Akhirnya, berwudhuklah. Rasul saw : “Umatku akan muncul kelak dihari kiamat dalam keadaan ghurran muhajjalin bersinar berkilauan putih disebabkan bekas wuduknya” ( HS.Bukhari n Muslim). Salatlah dengan baik, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad saw. Nabi saw telah menggembirakan orang yang mengerja kan salat seperti pelaksanaan salat beliau dengan jaminan dari Allah masuk sorga. Beliau bersabda - teksnya lihat : p.2 & 3 Pelaksanaan Shalat Nabi saw - : “ Shalat yang diwajibkan Allah ada lima. Yang berwuduk dengan baik, mengerjakan setiap shalat tepat waktunya dan menyempurnakan ruku’, sujud dan kekhusu’ annya, Allah memberikan jaminan untuk mengampuni orang itu. Yang tidak melakukannya, Allah tidak akan menjaminnya. Bila menghendaki, Ia mengampuni, jika menghendakinya Ia menyiksanya”. Jadi : Wa’ bud rabbaka hattaa yaktiyaka lyaqiin Sembahlah Allah sampai ajalmu [Q.15:99]. Sebab sabda Rasul saw : “Perjanjian antara aku sebagai Rasul dengan kaum Muslim adalah salat” [ HR. Ahmad ]. “Yang selalu memelihara salat dapat nur dan petunjuk, serta mendapat keselamatan dihari kiamat” [HR.Tabrani]. Menjelang sampai datang ajalmu : Sembahlah Allah mulai dari terbit fajar sampai malamnya; sesuai dengan tatanan yang telah di tentukan Nabi SAW. Dari terbit fajar lakukan sunat fajar - sebab : “ Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala apa yang ada di dunia itu” [ Aisyah dari Sabda Rasul saw ]. Baru wajib subuh. Kemudian bertebaranlah. Faa idzaa faraghta faa nshab [94 Al-insyira 7]. Jika kamu telah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka bersungguh sungguhlah untuk peker jaan lainnya (Maragi).

DR.A.al-Qarni menulis indahnya tentang salat fajar:
“Lembaran kebahagiaan pertama yang tercatat dalam buku harian dan surat perjanjian pertama dalam catatan siang hari seseorang adalah salat Fajar.Mulailah hari-harimu dengan melaksanakan salat fajar. Bukalah kergiatan dengan salat fajar. Saatnya engkau berada dalam jaminan, dalam perjanjian, perlindungan, pengawasan dan pengamanan Nya. Allah akan menjagamu dari segala keburukan. Menunjukmu kesetiap kebaikan dan membawamu kesetiap utamaan. Sungguh tidak akan berkah hari-hari yang tidak diawali dengan salat fajar, karena Allah tidak akan menjadikan siang hari menjadi dinamis.

Inilah awal sebuah kesuksesan, sebagai suatu tanda keberhasilan yang tercatat dalam buku, tanda kemenangan, kemuliaan dan keberhasilan. Maka selamat bagi mereka yang melaksanakan salat fajar. Dan suramlah bagimereka yang tidak memulai harinya dengan salat Fajar”.

Rasul saw: Allaahumma baa rik liummatii fii bukuu ri haa“ Wahai Allah. Berkatilah umatku yang berangkat berusaha pagi-pagi”[ HR.Tarmuzi]. Kok sampai malam? OK. Carilah rezki yang baik lagi halal. Jangan lupa menyembah Nya. Bila bangun tengah malam, sedapatnya lakukan salat lail. Mereka tidak banyak tidur dimalam hari [51:17 ]. Pada sebahagian malam hendak lah kamu salat tahajjud - salat setelah ter bangun malam - sebagai ibadah sunnah bagimu. Semoga dengan salat tahajjud itu Allah mengangkatmu ketempat yang terpuji. Diwaktu sahur mohon lah ampun kepada Nya.

Jangan menyembah Allah setengah-setengah. Jika senang ia menyembah Allah; jika susah membelakang. Itu kerugian yang amat nyata. Merugi didunia apalagi diakhirat [ 22:11].

So, sadarlah selalu. Jangan kesadaran jadi hilang. Pendengaran saja hilang misalnya? [6:46]: Bagaimana pikiranmu jika Allah menghilangkan penglihatanmu, pendengaranmu dan menutup mata hatimu? Siapa Tuhan selain Allah yang sanggup mengembalikannya kepadamu? Kalau sadar sudah hilang, berari itu koma. Setelah koma. Pasti titik yang menanti. Selagi kesa daran belum hilang, Wa saa ri ‘uuu ilaa maghfiratin mmin rrabikum dan bersegeralah kamu menuju ke ampunan dari Tuhan [3:132]. Mumpung masih Merah di Ufuk Barat ! Bagaimana kalau day- break yang terjadi di ufuk Barat? Sudah kacau balau, bukan? Mari tobat. Benar-benar tobat. Inni tubtu ilaika.

Terhadap insan yang bertobat Malaikatpun senang. Tandanya, mereka ikut berdoa: Rabbanaa Ya Tuhan kami, wa si’ta kulla syai in rrahmatan wwa ‘ilmaan rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, fa ghfirlilladziina taabuu, maka berilah ampunan kepada orang yang bertobat wa ttaba’uu sabiilaka dan mengikuti jalan Engkau wa qihim ‘adzaaba ljahiim peliharalah mereka dari siksa naraka Jahim [40:7]. Rabbanaa wa adkhilhum jannaati ‘adnini Ya Tuhan kami. Masukkanlah mereka kesorga ‘Adn llatii wa ‘ad ttahum yang telah Engkau janjikan kepada mereka wa man shalaha, dan orang-orang yang saleh min aabaaa ihim dari bapa-bapa mereka wa azwaa jihim dari isteri-isteri mereka wa dzurriyyaatihim dari keturunan mereka innaka anta l’aziizul hakiim sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana [40:8]. Wa qihimu ssayyiaati . Dan Engkau peliharalah mereka dari resiko kejahatan wa man taqi ssaiyyi aati yau ma idzin dan orang-orang yang Engkau pelihara kejahatan pada hari itu fa qad rahimtahuu maka sesungguhnya telah Engkau merahmatinya wa dzaalika huwa lfauzul ‘azhiim dan itulah kemenangan yang besar [40 Al Mukmin 9].

Senin, 01 Desember 2008

Masih Merah di Ufuk Barat - Al Qur an dan Hadits

Al Qur an dan Hadits

Likulli nabaa immustaqarrun Tiap-tiap berita ada bukti kebenarannya wwa sawfata’ lamuun Kamu akan mengetahuinya (melihat buktinya) [6:67]

Dzaa lika lkitaabu laa rayba fiyhi hudan llil muttaqiin Validitasi al Qur an ini tak disangsikan, menjadi petun juk bagi orang yang taqwa [2:2]. Wa rattili lqur –aana tartiilaa Bacalah alqur-an itu dengan perlahan [73:4].

Utlu maaa uw hiya ilaika minal kitaab. Bacalah apa yang diwahyukan kepadamu, al Quran wa aqimi shshalaah dan dirikanlah salat inna shshalaa ta tanhaa ‘ani lfahsyaaai wal munkari Sesungguhnya salat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Wa ladzikru llaahi akbar Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar keutamaannya wa llaahu ya’lamu maa tashna’uun Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan [ 29:45] .

Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan keterang an - keterangan. Kemudian kamu tidak juga mau meng indahkannya [ 6:46]. “Ara aytakum in ataakum ‘adzaabu llaahi baghtatan Bagaimana pikiranmu (perasaanmu) jika Allah mendatangkan azab seko nyong - konyong [ 6 Al An’aam 47]

Sesungguhnya Kami telah memberikan penjelasan dalam al Qur an agar mereka ingat (sadar) [ 17 : 41 ]

Dan sesungguhnya al Qur an memberi tahu hari kiamat. Maka janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu Inilah jalan yang lurus [43 : 61].

Semoga Allah menjadikan Al Quran pegangan, untuk melepaskan kegundahan hati. Melenyapkan kesusahan. Menghilangkan kepedihan dan kegelisahan. Menjadi cahaya, bersinar dalam dada. Menjadikan kemudahan dalam melalui hidup dan kehidupan dunia dan mening katkan ketaqwaan selalu untuk kebahagiaan di akhirat.

Mengenai hadits, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salaam menyampaikan: Hati-hatilah mengenai ha dits tentang diri ku. Kecuali apa yang telah diajarkan kepadamu [HR At Tarmizi, Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah]

Wa maaa aataakumu rraasuulu fa khudzuuhu Dan apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terima lah. wa maa nahaakum ‘anhu faa ntahu Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkan lah [ 59 al Hasyr:7 ]!

Dan hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya [camkan benar-benar al Harsy 7] takut akan ditimpa cobaan atau azab yang pedih [an Nuur: 63 ]

Hambakanlah diri ini kepada-Nya, lagi lagi bukan kepada yang lain. Sembahlah Allah saja [ 98:5] (dengan memurnikan ketaatan kepada Nya)

Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illa anta khalaqtanii, wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika maastatha’tu , a ‘udzubi ka min syarrimaa shana’tu, abuu ulaka bini’ matika ‘alayya, wa abuu u bi dzambii, fa ghfirlii, fa inna hu laa yaghfiru dzdzunuuba illaa anta.
Ya Allah Engkau Tuhanku. Tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan aku. Aku hamba Mu dan a ku menepati Engkau. Aku berjanji pada Mu sekuasa ku. Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui Mu dengan kenikmatan yang Engkau berikan kepadaku. Aku mengakui dosa-dosa ku. Ampunilah aku. Sungguh benar, tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau
[H. #613, Himpunan Hadits Shahih Bukhari].

Bersyukurlah diri ini sebagai insan yang dapat mengucapkan dua kalimah syahadat. Sebenarnya ini adalah sumpah diri secara sadar. Sadari. Aplikasikan dengan baik; sehingga diri benar-benar beriman. Keliru?! Segera bertobat dengan sebenar-benarnya!

Masih Merah di Ufuk Barat - Naked, tanpa Suara

Naked, tanpa suara

Takutilah hari akhirat [ 2:123]. Sebelum keakhirat, imajinasi kan dan pikirkan, bahwa ada “hari tanpa suara”: Bisikan saja hanya yang terdengar. Semenjak Adam sampai hari bumi dihancurkan, jumlah cucu Adam milyaran. Tanpa busana. Naked. Pesakitan berbisik-bisik sesame. Dihari itu manusia menuju kepada suara Penyeru. Tidak berbelok. Falaa tas ma‘u, maka kamu tidak mendengar, illaa kecuali, hamsaa, bisikan-bisikan saja [ 20 Tahaa 108]. Masing - masing diri sedang penuh ketakutan. Yang dipikirkan dosa-dosa yang harus dipertanggung jawabkan kepada Allah. Memikirkan nasib lanjutnya. Kenaraka dengan raung an akibat pedihnya azab atau sorga dengan “Salam”.

Siapa yang berbuat kebaikan-kebaikan dalam keada an beriman kepada Allah, ia tidak khawatir akan teraniaya atau diperlakukan tidak adil [20:112]. Apalagi ia telah melaksanakan Islam secara kaffah [udkhulu fissilmi kaaffah (2:208)] .

Dalam menafkahkan hasil usaha dinafkahkannya yang baik-baik. Anfiquu min thayyibaati maa kasabtum Nafkahkanlah sebagian hasil usahamu yang baik. Wa laa tayammawu lkhabiitsa minhu tunfiquuna wa lastum bi aa khidziihi illaaa an tughmidhuu fiihi Janganlah kamu sengaja yang buruk, sedang kamu sendiri tak mau mengambilnya, melainkan dengan memejamkan matamu [ 2:267].

Lan tanaa lu lbirra hattaa tunfiquu mimmaa tuhibbuun Kamu belum mendapat kebajikan sebelum kamu menafkahkan harta yang kamu sukai [ 3:92].

Man yyasyfa’ syafaa ‘atan hasanatan yyakun lahuu nashiibun mminhaa Yang memberikan bantuan yang baik, niscaya ia akan memperoleh pahala dari bantuannya itu [4:85].

Ingat sebaliknya : wa man yyasyfa’ syafaa ‘atan sayyiatan yyakun llahuu kiflun mminhaa Yang memberikan bantuan kejahatan, pasti ia memikul dosanya [4:85].

Dan kalau terjadi kekeliruan ia bersegera untuk mohon ampunan kepada Rabb [3 Ali Imran :133,135]. Ia tidak mencampurkan yang haq dengan yang batil. Wa laa talbisuw lhaqqa bilbaathil jangan kamu mencampur adukkan kebenaran dengan yang batil [ 2:42] & [ 3:71].

So, jangan syaraka sehingga menjadi musyrik. Yang di tuntut adalah khalasha sehingga menjadi mukhlish

Masih Merah di Ufuk Barat - No Swimsuit

No swimsuit

Nyawa? Ke alam barzah. Bagi Islam menunggu hari penentuannya. Kok tahu. Ada petunjuk bagi siapa yang mau mengikutinya. Kitabullah dan Sunnah Rasul Nya. “Man a’ radha ‘anhu siapa yang mendustakan al Quran fa innahuu yahmilu yau ma lqiyaamati wizraa maka ia memikul dosa yang amat besar di akhirat [20 Tahaa 100]. Siapa saja; tidak peduli ia jenderal, professor, pemotong rumput, pemulung, konglomerat, milliader, presiden, raja, kalau ia kaaaffah dalam Islam, taat patuh, taqwa, ia melakukan salat dan lain sesuai ketentuan Allah, kelak diakhirat menanti sorga yang penuh kenikmatan tiada limitasi.

Bahwa Allah tidak membedakan penyabit rumput dengan jenderal, diminiaturkan di Padang Luas Arafah.

Di “Padang Arafah”, pada musim hajji, jenderal wajib berihram. Penyabit rumput juga. Bedanya? Tak ada! Hanya taqwa. Lain tak ada sama sekali. Sama-sama tak pakai swimsuit dan tak bersinglet. Jenderal pakai swim suit. Bayaar denda. Penyabit rumput, pakai swim-suit bayaar dam. Semua berihram. Serba putih. Lambang kembali. Kain putih pembungkus badan. Kafan.

Di Arafah tak ada Presiden. Tak ada Jenderal. Tak ada Raja. Tak ada Kiyai. Tak ada Pemulung. Tak ada Penyabit Rumput. Lho, bagaimana? Ya, tak ada atribut-atribut keduniaan. Yang ada hamba Allah yang sedang bermohon ampunan pada Nya atas dosa dosa yang telah diperbuatnya. Mohon bimbingan dan petunjuk kepada Nya untuk dapat menempuh kehidupan bahagia dunia dengan baik dan sejahtera dan juga di akhirat. Di berikan keredhaan atas surga Nya. Terhindar dari azab Naraka. Itu yang ada. “Labbaik, allaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’ mata laka wal mulk. La syarika lak

Nyeletuk juga saya pada seorang rekan yang berucap, bahwa sebentar tadi dia jumpa Pak Yusuf, Jenderal.
“Hormat Jenderal! Saya sersan!”, sambil ia contohkan.
“Yang ada disini hanya hamba Allah”, kata saya lunak sambil tersenyum.
Tak ada Jenderal. Tak ada Presiden dan lain. Ingatkan saat kita sedang di Makah berbelanja. 0rang Arab memanggil orang datang : “Haj, haj, haj atau hajjah, hajjah”. Dia ketawa bergumam dan membenarkan :
“O, ya. Ya yaa. Lupa saya!”

Masih Merah di Ufuk Barat - Ta' lagi menggebu

Ta’ lagi menggebu

Diri lahir satu-satu. Sendiri-sendiri. Bukan berduru-duru, berbondong bondong, melalui kandungan ibu. Masing-masing punya tangisan pertama. Hidup dilalui mesti dengan penuh perjuangan. Kebanyakan tanpa kesabaran. Harusnya penuh kesabaran [3:200]. Kemudian mati satu-satu. Innalilillahi ma akhadza Allah mengambil apa yang dimilikinya. Tubuh-tubuh kaku ditanam kebumi. Bagi Muslim hanya kain kafan dan papan penutup lahat. Lain tak ada. Tiada intan berlian. Tak ada emas murni. Tak ada mobil mewah yang baru dibeli. Tak ada gedung bertingkat yang dapat diangkat. Tak dapat didampingi isteri cantik yang baru dinikahi. Walaupun cinta sidia menggebu gebu, ia tak mau mendampingi. Paling paling, isakan tangis yang dimunculkannya. Lelehan air mata nan diperlihatkan nya kepada pelayat. Selesai pemakaman, semua peng antar berdoa. Akhirnya, tinggal diri dibawah himpitan tanah nan lambang, rumput nan layu menjadi saksi.

Jumat, 28 November 2008

Lanjutan....

Untuk para Readers,
Lanjutan tulisan akan di posting secepatnya.

Wassalam,

Rif

Jumat, 21 November 2008

Masih Merah di Ufuk Barat - Dimanapun kesadaran

Dimanapun kesadaran

Segera sadari diri. Dimana pun kita berada dan kapan saja waktunya, diri harus “mawas”, mawas diri. Meng adulah kepada hanya Allah; jangan kepada yang lain. Minta tolong lah kepada Allah. Jangan kepada yang lain. Murnikan ibadah [98:5]. Jangan sampai hilang kesadaran. Sadari sesadar-sadarnya bahwa lawan diri adalah setan. Diri selalu sadar, setan lari terbirit-birit. Yang diredai Allah yang dilakukan. Setan pasti benci. Ia terus maju. Jangan beri setan masuk. Sesungguhnya daya setan itu hanyalah terhadap orang-orang yang mau menjadi pengikutnya dan orang – orang yang mempersekutukannya (setan) dengan Allah [16:100]. Yang tak diredai-Nya dilakukan, berarti diri telah menghilangkan kesadaran. Jangan hilangkan kesadaran Atau kalau sedang kehilangan kesadaran, istighfar. Mohon ampunan Allah. Sesungguhnya setan tak ada daya nya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah [ 16:99 ]. Sekali lagi semua bi idznillah. Dengan izin Allah. Ketaqwaan kepada Nya lah sebagai filternya. Tingkatkan keimanan. Ini penting disadari. Warabithu.

Masih Merah di Ufuk Barat - Pembelintang setan

Pembelintangan setan

Pekerjaan setan itu membelintangkan dirinya dijalan ke benaran. Ia selalu mencari teman untuk kenaraka. Mawas dirilah. Setan selalu memperdaya manusia sesuai sumpahnya :“la aq ’uda nna lahumaku benar-benar akan menghalangi manusia” shiraa thaka lmustaqiim dari jalan yang telah Engkau gariskan untuk ke selamatan di dunia dan akhirat [7 A’raaf 16]. Pembelintangan setan ini dari 4 arah. Depan, belakang, kanan dan kiri :Tsumma kemudian, la aa tiyannahum aku mesti memperdayakan mereka min baini aidiihim dari muka wa min khalfihim dan dari belakang wa ‘an aimaa nihim dan dari kanan wa ‘an syamaaa ilihim dan dari kiri [7:17]

Jelas sekali kesombongan setan itu, kepongahannya. Ini karena syetan sudah dikutuk dan dihina Allah. “Innaka mina shshaa ghiriin kamu sungguh-sungguh makhluk terhina [7:13]”. Karena nya, setan diakhir sumpah nya meminta Allah kelak menyaksikan : wa laa tajidu aktsara hum syaakiriyn dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan manusia bersyukur.” Tak banyak manusia yang bersyukur dan beriman kepada Allah, kata Setan.

Setan sombong. Kesombongan itu diiingatkan Allah kepada manusia agar tidak dilaksanakan manusia dalam hidup: “Walaa tamsyi fil ardhi dan jangan kamu berjalan dimuka bumi maraha sombong [17:37].

In reality, setan benar-benar mpunyai kepiawaian yang amat tinggi dalam segala daya upayanya membelokkan diri manusia mengikuti bujuk rayuannya. Ia punya kelihaian tersendiri dalam menggoda. Ia paling sabar. Perhatikan 7:17! Bila tak dapat menggoda manusia dari muka, dari belakang. Tak dapat dari belakang dari kiri. Tidak dapat dari kiri, ya dari kanan. Setan membisikkan agar manusia berbuat kejahatan selalu [114 An Naas 4] dan bisikan bisikan setan itu kedalam hati, alladzii yuwa swi su fii shuduu rinnaas [114:5]. Setan mau bertolak berangsur dengan manusia untuk melakukan kejahatan. “Ya, kalau tidak sekarang, besok boleh”. “Besoklah kau lakukan”. Pokoknya : “la aa tiyannahum, aku mesti memperdayakan kamu kamu”. Sayang suara setan tak terdengar oleh kita, manusia. Tapi ini penting sekali bagi yang berpikir. “OK,ya? Ya,buatlah dulu planning”. “Matangkan”. “Lakukanlah persiapan”. “Siapkan perkakasnya”. “Asahlah dulu pisau kau tajam-tajam”. “Ooo,Cari teman?” “Bagus, bagus”. “Ya itu yang paling bagus, ok”?. “Ya, mau kau lakukan bersama - sama?” Baguus pula. “Lakukaan!” “Lakukanlah!” “Lakukanlaaah!”. “Bagus, bukan?” “Ba guus, bagus”. “Itu baru bagus”. “Baru bagus benar kau namanya”. “Horeeee”, setan bersorak sorei. “Horeee”. Namun diri pelaku? Terengah! Akhirnya, terperengah! “Wah, wah, wah! Nyesal aku!” Jangankan di akhirat, diawal-awal pun sudah ditunggu oleh pertanggung jawaban. Setelah delik, si pelaku dijadikan saksi. Akhirnya jatuh sebagai tersangka. Last but not least, ia di vonis ke kandang situmbin. “Horeeeeee”, si setan tambah bertepuk gembira tertawa terbahak–bahak. “Rasain oleh lu!” “Luu yang pandir”. “Pandiir”. “0ngok benaaran lu kiranya, yeaa”. “Itu lah luu”. “Ongok boaaanget”. “Beneer yea. Gua yang licik, niyee!”. Itulah, lu ndak nyadarkan diri. Kini kau kanti setan ke neraka. Innamaa yad ‘uu hizbahuu sesungguhnya setan mengajak [jadi] golongannya liyakuu nuu min ash - haabi ssa‘iyr supaya mereka menjadi penghuni naraka [35 Faathir 6].
Mind you! Hinap, hinap renungkanlah . Ingat kata Bang Napi ?!! “Ingat sebelum kena”. Ini, baru fakta di dunia. Kalau untuk dunia akhirat? “Ingat, firman Allah swt”: Yaa ayyuhaa nnaas Hai manusia inna wa’ dallaahi haqqun sesungguhnya janji Allah benar fa maka laa janganlah taghurra nnakumu lhayaatu ddunyaa kehidupan dunia sampai memperdayakanmu [35:5 ]. Kehidupan dunia berupa harta benda dan anak – anak. Innamaaa amwaalukum sesungguhnya harta bendamu wa aulaadukum dan anak-anakmu fitnatun adalah cobaan belaka [64:15]

So, janganlah turut rayuan setan. Ia musuh bebuyutan yang nyata. Camkan benar. Apalagi bersahabat dengan setan. Menjadikan setan sebagai tangan kanannya. Allah marah sekali. Wa man yyakuni sysyaithaanu lahu qariynaan fasaaa a qariynaa dan siapa ada setan menjadi kawannya maka sejahat-jahat kawanlah in fact the one who chooses Shaitaan as his companion has chosen a very evil companion! [4:38] Sadarkan diri selalu untuk terhindar apalagi menjadikan setan kawan!

Istahwadza ‘alaihimu telah berkuasa terhadap mereka sysyaithaanu setan, karena ternyata mereka mentaati setan fa ansaahum dzikra llaahi telah menjadikan mereka lupa mengingat Allah ulaaa ika hizbu sysyai thaan mereka itulah golongan setan [58:19].

Banyak khuthuwaati sysyaithaan kepoh setan untuk menggoda manusia. Jelas, setan punya SIM. Surat Izin Memenjarakan manusia. Ya, melalui empat pintu masuk. Ia punya embus-embus. Punya elus-elus; rayuan. Berlindunglah hanya kepada Allah dengan sepenuh hati. A’udzubillahi ssamii ’il ‘aliymi aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui mina sysyaithaani rrajiima dari godaan syetan yang terkutuk min yaitu dari hamzihi umpatannya wa nafkhihi dari hembusannya wa naftsihi dan dari rayuannya. Setan sabar. Kita harus selalu sadar. Setan saja sabar menanti. Yang penting baginya hasil usahanya dapat memuaskannya. Bandingkan dengan manusia. Kok manusia tidak sabar. Setan punya. Sabar menanti dan memang sabar. Manusia punya Sabar Menanti tapi tak sabar di penantian. Yang paling payah menanti “Waiting is boring”. Tapi kesabaran setan memang beda dengan manusia; berbeda tujuan.

Sama menanti tapi beda tujuan. Inilah yang “sama tapi beda”. Kesabaran setan membawa manusia sebagai kanti untuk dibawa masuk neraka. Hanya manusia tidak menyadari. Sekali lagi, camkan, hanya manusia tidak menyadari. Tidak sadar laa yas’uruun [2:12]. Sedang kesabaran manusia diperlukan masing-masing diri dalam persiapan untuk mempertanggung jawabkan hasil kepatuhan dengan penuh kegembiraan. Bersyukur lah diri dapat menganut Islam. Berterima kasihlah pada orang tua. Kita bukan menganut agama lain. Karena nya, tingkatkan diri. Anut Islam dengan kaaaffah. Udkhuluu fissilmi kaaaffah, masuk Islam lah secara “kaaaffah”. Menyeluruh. Pakailah Islam yang kaffah sebagai Jubah dalam hayat sebelum ajal. Karena, se sungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam inna ddiina ‘indallaahi l islaam [3:19]. Siapa mencari agama selain Islam (untuk dianutnya) maka tidaklah akan diterima(Allah) waman yyabtaghi ghayral islaami diynaan falan yyuqbala minhu dan ia diakhirat masuk golongan orang yang merugi wahuwa fil aakhirati mina lkhaasiriyn [3:85]. Patuhi semua perintah Allah. Jauhi segala larangan Nya. Wadzkurisma rabbika sebutlah nama Tuhanmu wa tabattal ilaihi tabtiylaa Dan beribadatlah kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Rabbu lmasyriqi (Dia lah) Rab Yang (menguasai) Timur wal maghribi dan Barat. Laaa ilaaha illaa huwa Tidak ada Tuhan selain Dia. Fa ttakhidz hu wakiylaa [ 73:8-9]. Bebaskan diri dari setan. Perkuatlah kesabaran diri. Tingkatkan dan waspadai. Waspadalah terhadap bujuk rayuan setan. Yaaa ayyuhaa lladziina aamanuu hai orang-orang yang beriman, shbiruu bersabarlah kamu - dalam melakukan taat patuh dan menghadapi musibah serta menghindari maksiat. Bukan sabar untuk siap melakukan maksiat - wa shaabiruu dan tingkatkanlah kesabaranmu, wa raabithuu dan tetaplah waspada serta siap siaga, wa ttaquu llaaha serta bertaqwalah kepada Allah, dalam setiap keadaan, la ‘allakum tuflihuun supaya kamu beruntung [3:200] – dalam mempersiapkan diri supaya terhindar dari menemani setan-setan ke neraka.

So: Tekurkanlah kepala. Tanyailah diri. Sejauh mana diri sendiri dapat bersabar dalam mematuhi ketentuan yang digariskan Allah. Setebal apa keiman diri hai diri, dalam membenarkan dan mengaplikasikan firman Allah bagi hidup dan kehidupan harian, dalam menju bahkan Islam pada diri. Selalu terucap : Maha benar Allah dengan segala firman Nya. Itu dikeraskan ucapannya. Bersama. Tetapi, aplikasinya ? Lihatlah kedepan, menolehlah kekiri, begitu pula kebelakang. Akhirnya kekanan . Betapa besarnya faktualita hasil penggodaan setan. Hasil pembelintangan kesetanan dalam kehidupan; dengan romantika pencumbu rayuan sisetan jahannam yang telah membawa banyak diri ke lembah kehinaan, tiada tara. Bermacam irama kelicikan yang dilakukannya. Mengakibatkan hilang kesadaran. Renungkan !!!.

Selalulah mawas diri. Perhatikanlah trik khuthuwaati syssyaithan menggoda manusia. Contoh yang simple:

  1. syirik sangat diusahakannya, agar manusia berusa ha menyekutukan Allah dengan lainnya. Ia meng akui Allah Esa. Namun untuk kantinya ke naraka, ia menyuruh manusia meminta kekubur, meminta kedukun dan meminta kepada yang lain- lainnya. Bukan kepada Allah. Dibuatnya diri membangkang kepada Allah dengan elusan kelicikannya
  2. sombong dan kepongahan diri dibangkitkannya.. Perhatikan: Wa idzaa qiyla lahuu dan jika dikata kan kepadanya ttaqi llaah takutlah kepada Allah, akhadzat hul ‘izzatu bangkit sombongnya – meng akibatkan ia berbuat bil itsmi, dosa [2:206]. Itu sebabnya Allah mengingatkan : jaaangan sombong!
  3. bumbu tambahan berbuat sesuatu diluar yang difirmankan Allah; disuruhnya diri; bukan berbuat seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Akhirnya jalan-jalan kepatuhan melenceng sesuai dengan hasil bujuk rayuan imbauannya. Jadinya: diri telah berbuat bil itsmi. Padahannya jelas ada! Lihat penutup 2:206: fa hasbuhuu jahannam wa labi’ salmihaad maka cukuplah jahannam untuknya dan sesungguhnya itu seburuk-buruk tempat. Jahannam jelas tempat setan. Perioritas setan mencari manusia untuk disetankannya. Di jahannam kan. Yang taat patuh kepada Allah, dapat terhindar dari sana.
  4. malas pada diri untuk tahu, untuk belajar, untuk menelaah ditimbulkannya. Diri jadi ummi yyun buta huruf, laa ya’ lamuu na lkitaaba tidak mengetahui Kitab, tak mengetahui petunjuk, tak mengetahui tuntunan, tak berilmu, illaa kecuali, a maa niyya cerita cerita dongeng wa in hum dan mereka, illaa kecuali, yazhunnuun hanya mendu ga-duga saja [2:78]. Disini setan mudah merayap, karena diri blank. “Ini yang bagus”. “Itu kan jelek bagimu”,bisik setan. Gaya ini dibuat setan juga saat diri akan menghambakan diri, berdialog dengan Allah. Shalat! Pada waktu akan shalat; bisikannya: “Tunggu dulu. Koa lu! Kan masih ada waktu”. Wa idzaa qaa muuu ila shshalaa ti dan jika mereka berdiri untuk mengerjakan salat, qaa muu kusaa laa mereka berdiri dengan malas [4 An Nisaa’ 142]. Setan menggantungi paha, ha, ha, ha ha. Sadarlah! Segera istighfar. Wa qul dan katakanlah : Rabbi Ya Rabbku a ‘uu dzubika min hamazaatisy syayaathiin Aku berlindung kepada Mu dari bisik an bisikan setan[23:97]. Wa a‘uu dzubika rabbi an yyakhdhuruun Dan aku berlindung kepada Mu agar setan tak sampai kepadaku membawa (tipu dayanya) [ 23:98].

Trik-trik setan dengan segala kepiawaian dan kesabaran nya itu banyak sekali. Kalakian, dalam realita harian terlihat sesuatu yang buruk. Penggunaan tepung tawar, jampi-jampi dapat terjadi. Jadi permainan. Kok ya bisa begiitu? Ini fakta. OK. Mari disigi firman Nya: “ 2:102. Wattaba ‘u dan mereka mengikuti, maa tatlu sysyayathiinu apa yang dibaca setan ‘alaa pada (masa), mulki sulaimaana kerajaan Sulaiman – berupa buku-buku sihir yang mereka pendam dibawah singga sana ketika kerajaan Sulaiman rubuh - wa maa hum tiadalah mereka (ahli sihir itu) bidhaaarriyna bihii dapat memberi kemelaratan dengan nya ( ilmu sihir ) min dari ahadiin pada seorang juapun illaa kecuali, bi idznillaahi dengan izin Allah ”. Yang baik dan yang buruk baru bisa terjadi bi idznillaah. Semua dengan izin Allah. Kalau Allah tak mengizinkan, jampi - jampi takkan mangkus. Begitu juga hasil embus-embusnya takkan sangkil mangkus. Ayat Ini Perlu di Sadari ! Camkan wamaa hum bidharriyna bihimin ahaadin untuk tegak tegar dan kekar dalam penyerahan diri kepada Allah. Allah Maha Menjaga. Allah mengetahui yang dihadapan dan dibelakang kita. Semuanya kembali kepada Allah. Sebab kehidupan jelas ada akhirnya. Kematian. Dibalik kematian kembali kehidupan. Kehidupan baru tiada akhirnya lagi. Kehidupan sebagai penjawaban dari hasil pekerjaan kehidupan di dunia.

Setelah tahu kepoh-kepoh setan terhadap diri, tentu dalam hidup, diri harus punya perhitungan. Perhitungan matang amat penting sekali dikaji ulang untuk hidup.

Kamis, 20 November 2008

Masih Merah di Ufuk Barat - Berahasia berbuat dosa

Berahasia berbuat dosa

Allah yang mengatur tatanan kehidupan dan makhluk lainnya. Sampai pembicaraan yang tak diketahui, rahasia untuk berbuat dosa, dilarang Nya. Idzaa tanaa jaitum bila kamu mengadakan rahasia falaa maka jangan tatanaa jaw bil itsmi membicarakan tentang berbuat dosa wal ‘udwaani permusuhan wa ma’shiyat dan durhaka [58 Mujaadalah 9]. Innamaa nnajwaa sesungguhnya pembicaraan secara rahasia itu minasy syaithaani dari setan liyahzuna lladziina aa manuu walaisa untuk menjadikan orang-orang mukmin berduka cita dan tiadalah pembicaraan itu bidhaaarrii him syaian dapat memberikan mudarat kepada mereka sedikit pun, illaa kecuali bi idzni llaahi dengan izin Allah [ 58:10 ]. So, hati-hati dengan pembicaraan rahasia yang menjerumuskan diri kedalam dosa; mem buat orang lain jadi duka lara.

Masih Merah di Ufuk Barat - Uji Kepatuhan

Uji Kepatuhan

Dengan kematian, Allah dapat melihat hasil uji kepa tuhan manusia. Inna ssam ‘a wal bashara wal fu aa da sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, kullu ulaaa ika kaa na ‘anhu mas uw laa semuanya akan dimintai pertanggungan jawaban[ 17 Al Isra’ 36].

So, amat sangat perlu sekali kepatuhan kepada Nya. Kepatuhan bukan disesuaikan dengan ketentuan mau pun kemauan diri sendiri. Ataupun kemauan party. Tetapi kepatuhan yang sesuai dengan petunjuk Allah dalam Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw. Gunanya kematian itu untuk mengetahui siapa yang lebih baik, lebih patuh dalam melakukan amal di dunia kepada Allah. Dibalik kematian sudah menanti tugas untuk memberikan pertanggungan jawab hasil kepatuh an yang dilakukan diri selama didunia fana

Masih Merah di Ufuk Barat - 1, Tak 1 pun Setara

1, Tak 1 pun setara

Kalau begitu, A ilaahun Apakah ada tuhan, mma‘a llaah? di samping Allah? [27:60] A ilaahun mma’a llaahi [-:61] A ilaahun mma’a llaahi [-:62] A ilaahun mma’a llaahi [-:63] A ilaahun mma ‘allahi [-:64]
Lima kali pertanyaan sama diajukan Allah dalam 27 An Namaal: 60,61,62,63,64. Jawabnya tegas bagi yang ber iman: Laaa tak ada! ilaaha ilah illallaah kecuali Allah wahdah semata/saja. Allaahu laaa ilaaha, Allah tak ada Tuhan, illaa huwa alhayyu, selain Dia Yang Maha Hidup, alqayyuum Terus Menerus Mengatur Makhluk [ 2 Baqarah 255 = 3 Imran 2 ]. Huwa llaahu ahad, Dia Allah Esa [112 Ikhlas 1]. Bukan dua, tiga, seperti yang dipersembahi oleh agama yang non Islam. Allahu shshamad Allah tumpuan [112:2], dambaan bagi makhluk. Kepada Allah makhluk yang beriman menyembah. Langsung kepada Allah , memohon lang sung. Langsung memohon pertolongan. Langsung memohon perlindung. Langsung memohon rezki. Langsung memohon untuk disehatkan selalu dalam melalui hidup dan kehidupan. Dibukakan dan ditajamkan akal pikiran. Diberikan kepahaman ilmu dengan cepat dan tepat. Diberi kekuatan pikiran. Diberi segala kemudahan. Tidak memohon kepada yang diluar Dia. Bukan kepada setan. Jangan kekuburan, dukun, tengku atau wali yang dikeramatkan. Bukan! Bukan!! Lam yalid Dia tidak beranak, Tidak Ada Anak Allah. Wa lam yulad dan tidak diperanak kan. Tidak punya nyonya[112:3]. Wa lam yakun llahuu dan tidak ada dengan Dia kufuwan setara, ahadun seorang pun [112:4]. Laisa kamitslihi syai un Tidak ada satu pun yang menyerupai Nya [42 As Syura 11]. Tidak satupun yang setara dengan Allah [112:4]. Dia yang mencipta kan bumi dalam dua hari [41 Fussilat 9]. Dia yang memberi keberkatan di bumi dan menentukan makanan penghuninya dalam empat hari/tahap [41:10]. Dia yang menciptakan tujuh ruang angkasa dalam dua hari dan Dia menghiasi ruang angkasa yang dekat dengan bin tang-bintang yang cemerlang dan mengatur nya dengan rapi [41:11]. Dia ghaib. Mengetahui segala isi hati ini [67 Mulk 13]. Dia Maha Suci; menguasai segala kerajaan. Dia berkuasa atas segala sesuatu [67:1]. Wa lillaahi maa fii shshamaa waa ti wa maa fiil ardhi. Milik Allah, kepunyaan Nya lah apa yang terdapat dilangit dan di bumi. Mau diapakan Allah langit dan bumi ini serta seisinya. Mau di rendam-karamkan. Tidak ada yang dapat berhujah pada Nya. Itu sebabnya Allah alladzii khalaqal mauta wal hayaah yang menjadikan kematian dan kehidupan.

Masih Merah di Ufuk Barat - Next

Next

Inna lillaahi maa akhadza bahwa benar–benar milik Allah apa yang diambil Nya wa lahu maa a’thaita dan kepunyaan Nya yang diberikan Nya. Lillahi maa fi ssamawati wa maa fil ardhi Kepunyaan Nya yang di langit dan di bumi. Dia yang memberi. Dia yang menghidupi semua makhluk Nya. Semuanya Dia yang menjadikan. Dia yang mengawasi. Dan Dia minta per tanggungan jawaban setelah kematian.

Inna lladziina yakhsyauna rabbahum Yang benar-benar takut kepada Rabb nya bil ghaibi yang gaib, lahum mereka maghfiratun dapat ampunan wwa ajrun kabiir dan pahala yang besar. Wa asirruu qau lakum Dan rahasiakanlah perkataanmu, awijharuu bihi atau lahirkanlah inna huu ‘aliimun bidzaa tish shuduur benar-benar Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Alaa Masakan ya’lamu man khalaq tidak akan tahu Rabb Yang Maha Menciptakan; wa huwallathiifu sedangkan Dia Maha Halus lkhabiir Yang Maha Tahu sampai sedetail-detailnya. Huwa lladzii ja’ala lakumul ardha dza luu lan Dia lah yang menjadikan bumi ini mudah bagimu, famsyuu fii mana kibiha maka jalani lah ke segala arahnya, wa kuluu dan cari/makanlah min rrizqihii sebagian dari rezki yang diberi kan Nya. - dengan kata lain : gunakanlah untuk keperluanmu dan infakkan, sedekahkan, zakatkan dan waqafkan - wa ilaihi nnushuur dan hanya kepada Nya lah kamu kembali. Dibangkitkan diri dari kubur untuk membe rikan pertanggungan jawaban atas per buatan semasa di permukaan bumi. Bumi milik Allah swt. Diri pasti menerima pahala dari rezki yang ada di infak, sedekah, dizakat atau diwakafkan. Atau diri menerima dosa dari kesalahan yang dilakukan. Dan akhirnya menerima 1 titik destinasi [67 AlMulk 12–15; Lihat: 39 Azzumar 66. Next, 39: 73-75,72]

Tabaaraka lladzii biyadihi llmulk Maha Suci Allah yang ditangan kekuasaan Nya segala kerajaan. Alhamdu lilaahi segala puji bagi Allah lladzii khalaqa lmauta yang menjadikan mati wa lhayaata dan hidup liyabluwa kum supaya Dia mengujimu ayyukum siapa diantaramu ahsanu ‘amala yang lebih baik amalnya. Yang paling taat patuh kepada Nya.

So, sabbihisma rabbikal a’la Sucikanlah nama Rabmu Yang Maha Tinggi :

Subhaana rabbiyal a’la”

Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi.

Masih Merah di Ufuk Barat - Lupa?


Masih Merah di Ufuk Barat


Lupa ?


Nenek moyang kita Adam. Beliau dan isterinya Hawa dulu disorga bersama Allah, malaikat dan iblis. Wa yaa Aadamuskun anta wazau juka ljannah [Q.7:19]. Harusnya kita semua di sorga juga??? Namun, Adam punya kesalahan sediikit saja. Allah melarang Adam mendekati pohon terlarang [wa laa taqrabaa haadzihi sysyajarah 7:19]. Namun, itu kelihaian setan merayu, Adam melanggar larangan Allah. Ia bahkan memakan buah pohon itu. Allah berseru: “Apakah Aku tidak melarang kamu dari pohon itu dan Aku katakan bahwa setan itu musuhmu yang nyata? [7 al Anfal:22]”


Akhirnya Adam dan Hawa mohon ampun : “Rabbanaa zhalamnaaa anfusanaa wa in llam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuu nanna mina lkhaasiriin. Wahai Tuhan kami. Kami telah menganiaya diri kami. Sekira nya Engkau tidak mengampuni dan memberi kami rah mat; jelas, kami masuk orang yang merugi” [7:23].


Walau begitu, dampaknya Adam segera diusir dari sorga. “Turunlah kamu! Sebagian kamu memusuhi yang lain. Bagimu dimuka bumi tempat tinggal dan kesenangan selama hidupmu ( sementara)” [7 A’raaf 24].


Dibumi kamu hidup fiihaa tahyuuna dibumi kamu akan mati wa fiihaa tamuu tuuna dan dari bumi kamu akan dibangkitkan wa minhaa tukhrajuun ” [7:25].


Kalau begitu kita juga lebih tidak pantas di sorga. Kita punya kesalahan yang bukan sedikit dari moyang . Dine raka? Mengerikan! Pasti tak sanggup, bukan? Pikirkan!


Bagi turunan, jadilah Adam dalam silsilah nabi, seba gai nabi Adam as. Banyak Nabi setelah Adam. Simak yang terakhir. Nabi penutup. La nabiya ba’ dah. Rasul Allah, Muhammad SAW. Beliau menyebarkan firman Allah SWT yang disampaikan oleh malaikat. Itulah, al Quranul Karim. Ringkasnya :


Al Quran tak diragui keasliannya [2:02]
Petunjuk bagi muttaqiin [2:02; 69:48]
Jadi penawar [17:82]
Dari Allah [40:2; 69:43]
diturunkan kepada Rasul Yang Mulia [69:40]
Diturunkan di malam berkah [44:3]
Supaya dibaca benar-benar [2:121]
Meminta kesadaran [2:11]
Meminta kesangat tahuan (dimengerti) [2:12]
Meminta pengamalan; sebab ada sanksi, per tanggung jawaban [17:26]
Petunjuk Allah. Petunjuk untuk bahagia didunia dan sejahtera di akhirat [2:120]
Penyesalan bagi orang-orang kafir [69:50]

Antaran Cuilan

Bismi llaahi
rrahmaani rrahiim
Alhamdu lillaahi rabbi l ‘aalamiyn.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad


Tulisan ini hanya mengingatkan. “Admonish your close relatives” [Q.26 Ash-Shu’ara 214]. Mengingatkan dan memantapkan untuk diri dan bagi readers. Ndak lupakan? Apa yang harus dikerjakan ?! Berarti ingat. Ingat, ya Sadar. Kesadaran inilah yang penting sekali dijaga, dipelihara, agar terhindar dari kesalahan yang melanggar ketentuan yang telah digariskan Nya. Kesadaran yang berbasis kepada AlQur-an dan Hadis Nabi Muhammad saw. Untung masih didunia. Moyang kita di suruh segera turun kedunia, karena hanya secuil kesalahan. Kita? Hitung sendiri kekeliruan! Kesalahan demi kesalahan telah dilakukan. Sengaja atau tidak disengaja. Hilang kesadaran?! Lupa. Lupa, bahwa kini sudah zaman digital. Lupa bahwa sorotan kamera insan kini, selalu mengarah kemana-mana. Hasilnya dapat live, dilihat manusia dimana jua. Seperti sama dilihat: Tawuran 15 Mart 05. Memalukan, .bukan? Dunia melihat kekurang etikaan. Moral itu yang hilang! Hilanglah kesadaran!!

Hasil Kamera Allah tercanggih. Lihat di akhirat.

Dan merah di luar ini, adalah hasil kamera jepretan anak manusia. Ia dapat menginspi- rasikan sebuah tulisan sehingga dapat tersaji :
Masih Merah di Ufuk Barat. Photo taken : Boboy.
Cuilan ini bisa dikembangkan, bila mau. Arabic style nya dapat dimunculkan oleh jari jemari KP.
Lanjutnya, tanggapan dari yang membaca. Setidaknya mengingatkan bagi diri dan readers.
“Well, Allah causes the sun to rise from the east; just make it rise from the west.” [ Q. 2 : al Baqarah 258 ]
Has not the time arrived for the believers to submit with fervent hearts to Allah’s warning and to the truth He has revealed, so that they may not become like those who were given the Book before this, even though their term was prolonged for them but their hearts became hardened? TODAY MOST AMONG THEM ARE TRANSGRESSORS [Q.57 al Hadid 16].
Eschew all sin whether open or secret [Q.6 al An’am 120].
Akhirnya, Redha Allah yang sama-sama didambakan.
Fadzkurullaahi ta’aala.

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin


Rif Sjarif, H
180705