Bagi yang baru memeluk Islam, ia sebelumnya dari keluarga non Islam. Kesyukurannya jelas lah amat sangat besar; karena ia sebetulnya telah menarik diri dari neraka tanpa peduli siapapun. Ia memisahkan diri dari keluarganya apa lagi ibu bapa yang dicintainya. Syukurilah. Orang-orang yang ditinggalkannya adalah kayu bakar di naraka. Dan ia sebagai mu’alaf siap untuk gigih di dalam agama Islam. “Jika kamu bersyukur, niscaya Dia meredai bagimu kesyukuran itu; therefore if you are grateful He is pleased with you [39:7]”. Namun, syetan sangat sangat marah sekali kepada sang mualaf ini; apa lagi ia grateful to Allah. “Hei fulan. Teganya kau meninggalkan agama nenek moyang kau. Padahal tuhan yang kau datangi di Islam hanya satu. Agama yang kau tinggalkan ini banyak tuhannya. Wah! Pandirnya kau bertuhan satu. Lagi pula kau meninggalkan keluarga kau yang menyayangi kau. Laaa, teganya kau”. Yaa, macamlah kakobeh rayuannya si setan kepada fulan.
Pemeluk Islam sungguh telah memenuhi firman Allah yang disampaikan kepada nabi-nabi yang akhirnya di patenkan dalam Al Quran kepada Rasul Nya, Muhammad saw. Perhatikan dalam Surah 28, Al Qashash dan dalam Surah 20, Thaahaa… “ ay yaa muusaaa inniii anaallahu rabbul ‘aalamiin ……: “Hai Musa, sesungguhnya Aku, Aku Allah, tuhan semesta Alam” [28 al Qashas: 30]. “Innaniiy anaallahu laaa ilaaha illaaa anaa fa’budniy wa aqimish shalaata lidzikriy. Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Ku. It is Me; there is none worthy of worship except Me, so worship Me and establish Salah for My rememberance [20:14]”. Nah, bagaimana dengan pembenaran terhadap siapa Allah. Ini terdapat pada surah 114, al Ikhlash. Ia merupakan tauhid - the unique attribute of Allah; tauhid pengucapan. Sigi : tauhid pengamalan. Ini ada dalam Suratul Kaafiruun; berisi enam verses; merupakan “the commandement not to compromise in the matters of religion”.
- Tuhan mereka hanya Allah. Nama Allah difirmankan oleh Allah sendiri. Nama yang tak bisa diubah-ubah. Sudah punya kepatenan. Tidak ada lain nama. Tidak ada tawar menawar untuk merobah nama Maha Yang Suci ini. Nama yang dari Allah sendiri :
“innaniiy anaallahu laaa ilaaha illaaa anaa fa’budniy wa aqimish shalaata lidzikriy"
“Betul Aku ini adalah Allah. Tidak ada ilah selain Aku. Sembahlah Aku dan dirikanlah shalat guna mengingat Ku”. Allah bukan god, bukan gusti, bukan pula yang berada ditempat antaran - antaran.
Yang merobah jelas kena denda. Triliun an? Bukan! Dendanya amat mengerikan. Rasakan sendiri semenjak kematian dilalui sampai pada hari tiada akhir lagi. - Allah mereka Esa. Satu. Wahid. Allah wahdah. Allah semata. Allah saja.
- Allah itu dambaan pemeluk Nya
- Dia tidak mempunyai anak dan tidak diperanakkan. Lam yalid wa lam yuulad
- Tidak ada yang setara dengan Nya
- Tak ada kompromi dalam penyembahan
- Mereka tak kenal kata lelah menyembah Allah subhanahu wa ta’ala setiap hari.
- Mereka mendambakan reda Nya.
- Mereka mempunyai the unique atribute of Allah dengan Suratul Ikhlas
- Mereka mempunyai the commandement not to compromise in the matter of religion dengan Suratul Kafiruun
Para malaikat pemikul a’rasy dan malaikat-malaikat yang berada di sekitarnya pun ikut mendoakan orang beriman yang gigih:
“Ya Rabb kami. Rahmat dan ilmu Mu mencakup segala sesuatu. Maka ampunilah orang-orang yang tobat dan mengikuti jalan Engkau. Peliharalah mereka dari siksa naraka yang menyala. Ya Rabb kami. Masukkan lah mereka kesorga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka; juga kepada orang-orang yang baik dari Bapak-bapak mereka, isteri-isteri mereka dan anak cucu mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Jauhkan lah mereka dari resiko perbuatan buruk. Dan orang yang Engkau pelihara ( hindarkan dari pembalasan) kejahatan pada hari itu. Sesungguhnya Engkau telah memberi Rahmat kepada Nya. Dan itulah kemenangan yang besar pada hari itu . [40 al Mukmin / al Ghaafiriin 7-9]
Diharapkan diakhir hidup, diri masih selalu dalam akhirul zikra. So, Waspadailah diri akan setan. [38 Shaad 75-85]. Lagi-lagi, jangan membiarkan setan masuk. Melalaikan diri untuk menyembah Nya, berarti telah membiarkan setan menguasai diri. Sadarlah dan sadarilah. Tidak disediakan setan masuk, ya setan pasti tidak masuk masuk. Selalu mengingat Allah, Ya setan jelas lari terbirit-biriiit. Jadiii…………
Tidak ada komentar:
Posting Komentar