Wa washshaynaal insaana biwaalidayhi hamalat hu ummuhuu wahnan ‘ala wahniw wa fishaaluhu fiy ‘aamayni anisykurliy wa liwaalidayka ilayyal mashiir [14] Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada ibu bapanya. Ibunya mengan dung dengan letih dan payah. Dan menyapih nya dua tahun. Bersyukurlah kepada Ku dan kepada kedua ibu bapamu. Kepada Ku lah kamu kembali
Wa laa tusha’ ‘ir khaddaka linnaasi wa laa tamsyi fil ardhi marahaa innal laaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuwr [18] Dan jangan congkak terhadap manusia. Jangan angkuh berjalan dimuka bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Waqshid fiy masy-yika waghdhudh min shawtik inna ankaral ashwaati lashawtul hamiyr [ 19 ] Berjalan lah dengan wajar. Berbicaralah dengan lembut! Sesungguhnya suara yang amat buruk ada lah suara himar.
Bagi diri tentu untuk diamalkan dan disampai didikkan pula pada masing-masing anak cucu, supaya mereka:
- tidak mempersekutukan Allah SWT.
- memuliakan ibu bapa dan bersyukur kepada Allah
- memperhitungkan perbuatan; sekecil apapun
- mendirikan salat. Ber amar makruf nahi mungkar dan sabar terhadap musibah yang menimpa
- tidak congkak, tak angkuh dan tidak sombong apalagi membanggakan diri
- berjalan wajar dan berbicara lembut
Sekali lagi bawakan kepada diri petuah diatas. Sadarilah.
Wa laa takuu nuu kaal ladziyna nasuul laaha Janganlah kamu seperti orang yang melupakan Allah Be not like those who forgot Allah fa ansaahum anfusahum maka Allah melupakan diri sendiri as a result Allah caused them to forget themselves Ulaaa ika humul faasiquun itu fasik it is they who are the transgressors [59 : 19]. OK. Bersegera lah kepada Allah. Jangan Allah sampai lupa kelak.
Hadap kanlah dirimu karena Allah ke Mesjidil Haram dimana saja kamu berada. Bukan karena siapa-siapa. Berwuduk dulu dengan sempurna. Wuduk sempurna memancarkan wajah berkemilau putih di Yaumil Mahsyar ; sebagai pembeda bagi pengikut Rasul SAW. Hadap kiblat : Allahu Akbar. Diri kecil. Allah Maha Besar. Rukuk: Subhana rabbiyal ‘azhiim. Ia Maha Agung. Bersujud: Subhaana rabbi al a’laa. Diri ini amat sangat rendah. Gunakan kesempatan sebaiknya untuk berdoa kepada Nya.
Salam mengakhiri kewajiban shalat. Saat mengucapkan salam “jangan memberi isyarat dengan tangan”. Rasul saw : Apa maksud kalian memberi isyarat dengan tangan seperti ekor kuda kepanasan. Bila mengucapkan salam, melihat lah kepada yang diucapkan salam tanpa memberi isyarat dengan tangan.
Itulah amal dari sisi Bawah yang tidak ada gangguan setan. Janji setan hanya empat sisi.
Atas. Pintu berdoa terbuka. Kapan saja. Kapan dan dimana saja berada memohonlah kepada Allah. Binalah selalu hubungan bersaudara. Hubungan berkeluarga; setelah hubungan diri dengan Nya. Banyak orang dalam mendayung hidup dan kehidupan sanggup mengental diri dengan orang lain. Hubungan bersaudara dan berkeluarganya retak. Bahkan terkoyak. Sangat ironis, bukan? Jauhilah itu semua. Rekat selalu hubungan persaudaraan dan kekeluargaan. Bagaimana pun keadaannya, ingatlah bahwa talinya satu.
Allaahumma, allif baina quluubi naa Ya Allah timbulkan lah kasih sayang dihati kami, wa ashlih dzaata baini naa timbulkanlah kedamaian diantara kami, wahdi naa subulus salaam, bimbinglah kami dijalan keselamatan wa najji naa minazh zhulumaati ilannuur lepaskanlah kami dari ke gelapan ke cahaya benderang, wa jannibnaal fawaa hisya maa zhahara minhaa lepaskan lah kami dari segala kekeji an lahir wama bathan dan batin. Allahumma baarik lanaa fii asmaa‘i naa Ya Allah, berkatilah kami pada pendengaran kami wa abshaari naa penglihatan kami, wa quluubi naa hati kami , wa azwaaji naa isteri kami wa ikhwani na sdr kami wa dzurriyyati naa keturunan kami wa tub ‘alai naa dan tobat kami. Innaka antat tawwa burrahiim. Sungguh Engkau Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang. Allahummaj ’alnaa syaa kiriina lini’ matika mutsnii na bihaa ‘alaika wa a timmahaa ‘alainaa. Ya Allah. Jadikan lah kami orang yang selalu mensyukuri nikmat Mu. Memuji Mu. Sempurna kanlah nikmat Mu atas kami [HR.A.Daud].
Rabbanaaa afrigh ‘alainaa shabran Yaa Rab kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami Our Rabb! Fill our hearts with steadfastness wa tsabbit aqdaamanaa dan kokohkanlah pendirian kami make our steps firm wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriyn dan tolonglah kami atas orang orang yang kafir and help us ( give us victory) against the unbelievers [2 : 250]
Faa’tabiruu Maka jadikanlah peristiwa itu pelajaran So learn a lesson from this example! yaaa wulil abshaar hai orang yang mempunyai pandangan (ke akhirat) O the people of insight [59 al Hasyr: 2].
Berilah mereka
Peringatan akan hari yang dekat [ Q: 40 Al Mukmin 18 ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar