Menjauh
Setiap saat, kehidupan di permukaan bumi makin menjauh. Menjauh dari setiap individu yang menghuninya. Akhirnya meninggalkan diri penghuninya. Saat kehamilan, berarti kematian siap dihadapi. Saat kelahiran, berarti kematian siap menanti. Hari ini muda. Kemudaannya pasti hilang jua. Hari ini tua. Ketuaannya pasti hancur pula. Hancurnya akibat kematian yang pasti . Langkah demi langkah ditapakkan. Tapak demi tapak maju. Kokoh. Kurang. Takkan lagi tertapakkan. Layu [letai:Mkb] menuju kematian. Hari-hari makin berkurang. Jam demi jam pun makin berkurang - bukan tambah kurang - dibuatnya. Akhirnya detik-demi detik. Detik terakhir ada di penungguan. Dot. Dengan berbagai events yang akan terjadi. Itu Pasti bagi setiap diri. Keras. Lunak. Damai. Seram. Hempasan. Hentakan. Bantingan. Antukan. Gantungan. Tusuk-tusukan. Mengerikan. Yaah, bermacam ragam. Ada yang di pembaringan. Di pembaringan, diri ini makin lemah. Melemah makin lunglai. Lunglai; Fa lau laaa idzaa balaghatil hulquum (a) maka mengapa saat nyawa sampai dikerongkongan [56:83]. Wa antum hiina idin tanzhuruun (b) Pada hal ketika itu kamu melihat [waqiah :84] Camkan “Padahal ketika itu kamu melihat”. Kamu melihat dirimu sendiri bahwa diri pasti akan meninggalkan dunia fana ini, berpindah kealam berikutnya. Datangnya tiada penghalang. Perginya nyawa melayang. Tenang. Tenang. Kaku. OK, pikirkan hal ini. Apakah diri sudah siap? Dan apa yang telah disiapkan oleh diri ini ? Tanyai!
Setiap saat, kehidupan di permukaan bumi makin menjauh. Menjauh dari setiap individu yang menghuninya. Akhirnya meninggalkan diri penghuninya. Saat kehamilan, berarti kematian siap dihadapi. Saat kelahiran, berarti kematian siap menanti. Hari ini muda. Kemudaannya pasti hilang jua. Hari ini tua. Ketuaannya pasti hancur pula. Hancurnya akibat kematian yang pasti . Langkah demi langkah ditapakkan. Tapak demi tapak maju. Kokoh. Kurang. Takkan lagi tertapakkan. Layu [letai:Mkb] menuju kematian. Hari-hari makin berkurang. Jam demi jam pun makin berkurang - bukan tambah kurang - dibuatnya. Akhirnya detik-demi detik. Detik terakhir ada di penungguan. Dot. Dengan berbagai events yang akan terjadi. Itu Pasti bagi setiap diri. Keras. Lunak. Damai. Seram. Hempasan. Hentakan. Bantingan. Antukan. Gantungan. Tusuk-tusukan. Mengerikan. Yaah, bermacam ragam. Ada yang di pembaringan. Di pembaringan, diri ini makin lemah. Melemah makin lunglai. Lunglai; Fa lau laaa idzaa balaghatil hulquum (a) maka mengapa saat nyawa sampai dikerongkongan [56:83]. Wa antum hiina idin tanzhuruun (b) Pada hal ketika itu kamu melihat [waqiah :84] Camkan “Padahal ketika itu kamu melihat”. Kamu melihat dirimu sendiri bahwa diri pasti akan meninggalkan dunia fana ini, berpindah kealam berikutnya. Datangnya tiada penghalang. Perginya nyawa melayang. Tenang. Tenang. Kaku. OK, pikirkan hal ini. Apakah diri sudah siap? Dan apa yang telah disiapkan oleh diri ini ? Tanyai!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar